Rabu, 13 Juli 2011

Kisah PT Putra Arema membangun Stadion Gajayana


Hampir semua penggemar sepakbola di Indonesia mengetahu jika Stadion Gajayana Malang sekarang ini adalah homebase Persema di Liga Primer Indonesia(LPI). Bahkan ada yang menganggap stadion Gajayana ini milik Persema.

Anggapan Stadion Gajayana milik Persema adalah tidak benar. Stadion Gajayana dibandung dengan dana puluhan ribu gulden pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembangunan Stadion Gajayana ini dirangkai dengan pembangunan dua lapangan luar Stadion dan satu buah kolam renang berstandar nasional yang dikenal dengan nama Swembat.

Awalnya stadion Gajayana hanya berkapasitas sekitar 5000 penonton(kurang dari separuhnya berada di tribun yang kita kenal sebagai tribun VIP sekarang ini). Stadion Gajayana baru merasakan pemugaran hebat di tahun 1990-1992 seiring dengan penambahan kapasitas stadion menjadi 17.000 penonton.

Pemugaran Stadion ini didanai oleh PT Putra Arema yang dikomandoi Ir Lucky Acub Zaenal atau yang akrab disapa sebagai Sam Ikul. Dana pemugaran stadion totalnya mencapai 3 Miliar rupiah dan hampir seluruhnya berasal dari kantong pribadi Sam Ikul. Sam Ikul melego salah satu rumahnya di Jl Besar Ijen seharga 2 Miliar rupiah sebagai salah satu sumber pendanaan dari PT Putra Arema. Tak cukup dengan itu, kabarnya Sam Ikul melego beberapa mobil pribadinya untuk membantu pemugaran stadion.

Pemugaran dimulai seiring berakhirnya Galatama 1989/1990. Ratusan pekerja(kabarnya mencapai lebih dari 200orang) dikerahkan setiap harinya agar proyek bisa diselesaikan tepat waktu. Semakin lama proyek diselesaikan akan mengakibatkan pembengkakan dana yang tidak perlu. Apalagi dana 3 Miliar rupiah ketika itu sudah lebih dari cukup untuk mendanai Arema selama 3-4 musim kompetisi.

Agar selesai tepat waktu pemugaran stadion ini mendapat dukungan dari banyak pihak baik moril maupun materiil. Nirwan D. Bakrie yang pernah membangun Stadion Sanggraha Pelita Jaya di Lebak Bulus juga memberikan bantuan bagi PT Putra Arema. tak tanggung-tanggung lewat Bakrie & Brothers bantuan diberikan juga dalam bentuk tenaga teknis. Semata-mata untuk memberikan bantuan teknis kepada Sam Ikul yang kurang memiliki pengalaman dalam menangani proyek besar dan sebagai kontraktor khususnya.

Seakan menjawab do'a dan harapan dari Sam Ikul akhirnya stadion yang pernah memiliki salah satu kualitas rumput terbaik seIndonesia di jaman Hindia Belanda ini selesai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan. Bayangan buruk bahwa Arema bakal lebih lama memakai Stadion Brantas Batu bisa dilenyapkan. Dengan adanya stadion yang baru dipugar dan kapasitas yang lebih besar memungkinkan Arema memiliki pendapatan lebih dari sektor tiket penonton.

Di era Galatama selain sponsor dan donatur pendapatan dari tiket penonton sangat diandalkan. Selepas Arema memakai Stadion Gajayana yang baru dipugar harga tiket ketika itu sebesar 2000 rupiah untuk ekonomi dan 3500 rupiah untuk VIP. Dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 150ribu orang untuk satu musim Galatama di tahun 1992/1993, Arema bisa memperoleh pendapatan kotor lebih dari 300juta rupiah dalam satu musim kompetisi.



tribute : Sam Faisal Huda

Angka tersebut cukup besar untuk memberi nafas sejenak kepada Arema selama mengarungi kompetisi Galatama sekalipun tidak cukup untuk 'mbandani' pengeluaran klub selama semusimnya.

Lewat proyek pemugaran stadion Gajayana ini Arema mendapat kompensasi berupa pengelolaan stadion selama 20 tahun(Sumber : Arema Never Die karangan Abdul Muntholib). Katakanlah kerjasama itu dimulai dari tahun 1990 maka semestinya Arema masih bebas memakai stadion tersebut hingga tahun 2010.

Namun tidak sampai akhir kerjasama tersebut Arema terpaksa hengkang untuk menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai homebasenya. Semestinya jika memang kerjasama awalnya menyatakan demikian Arema bisa meraup pendapatan signifikan dari Stadion Gajayana. Apalagi di tahun 2009 pendapatan APBD Malang dari Stadion Gajayana mencapai ratusan juta rupiah dan dapat ditingkatkan menjadi 1-2 Miliar rupiah jika Arema dapat mengelolanya secara penuh.

Meski Arema sampai dengan saat ini masih memakai Stadion Gajayana untuk latihan dan ujicoba, terakhir kali Arema merasakan berkompetisi di Stadion ini adalah di tahun 2007 ketika melakoni Liga Champions Asia dan Copa Indonesia. Untuk level sekelas liga Indonesia Arema terakhir memakainya di awal tahun 2006 melawan PSMS Medan sebagai tuan rumah.


Courtesy Sam Faisal Huda via facebook

Banyak memori indah yang diukir Arema di stadion ini. Arema meraih juara Galatama di tahun 1992/1993 ketika memakai Stadion Gajayana sebagai homebasenya. Itu adalah trophy pertama Arema yang diraih pada kejuaraan resmi. Trophy berikutnya hadir ketika turut serta menjadikan Stadion Gajayana sebagai homebase Arema di Copa Indonesia 2005 dan 2006.

Di era kepemimpinan H. Soesamto sebagai walikota Malang, Stadion Gajayana Malang juga mendapat 'sentuhan' pemugaran dengan penambahan lampu stadion di tahun 1996-1997. Proyek ini memakan biaya 2 Miliar rupiah dan baru selesai ketika Persema menjamu Persipura di tahun 1997. Tiang dan lampu ini sampai sekarang masih digunakan di Stadion Gajayana.

Selepas berakhirnya walikota H. Soesamto di tahun 1998 nyaris tidak ada proyek lagi berkaitan dengan Stadion Gajayana. Di era kepemimpinan walikota Suyitno, Arema dan Aremania beberapa kali melayangkan permintaan untuk pemugaran Stadion untuk penambahan kapasitas penonton. Kapasitas tempat duduk yang sebesar 17ribu tersebut tidak cukup menampung massa dan seringkali penonton meluber hingga sentelban. Di sepanjang kompetisi kondisi ini jamak terjadi ketika Arema bertanding. Untungnya PSSI tidak memberikan sanksi ketika itu karena tiadanya peraturan yang mengatur tentang luberan penonton didalam pertandingan.

Asa sempat menyeruak tatkala walikota berikutnya, Drs. Peni Suparto memberikan janji untuk memperbesar kapasitas stadion dimana kondisi tribun ekonomi yang semula 10trap menjadi 14trap. Perbesaran kapasitas ini memungkinkan Stadion memiliki daya tampung hingga lebih dari 22ribu penonton.

Sayangnya janji tersebut tidak dapat direalisasi dengan alasan sama dengan yang sebelumnya, keterbatasan dana. Sampai adanya Mall Olympic Garden(MOG) yang pembangunannya sepaket dengan pemugaran stadion Gajayana dan penambahan kapasitas tribun hingga diatas 30ribu penonton.


Agaknya peran swasta tidak dapat dilepaskan dari pembangunan Stadion Gajayana. Tanpa peran Sam Ikul dan lainnya Stadion ini tidaklah semenarik seperti yang sekarang kita saksikan. Ditunggu kiprah dan sumbangsih Persema dan Ngalamania nantinya untuk melestarikan Stadion Gajayana ini.
Read more..

Promosi, Sarana untuk Memajukan Arema Indonesia


Banyak jalan menuju ke Roma. Pepatah kuno ini mengajarkan kepada manusia untuk tidak cepat menyerah serta banyak jalan menuju kesuksesan. Roma dimasa lalu ada lambang kejayaan imperium Romawi. Keberhasilan Roma dimasa itu umumnya dianggap sebagai buah kesuksesan Romawi.

Dalam sepakbola Indonesia saat ini belum terdapat standar yang jelas untuk mengukur keberhasilan suatu klub. Sepuluh tahunan lalu klub yang sukses adalah klub yang telah menjuarai suatu kompetisi menjadi opini umum bagi penggemar sepakbola Indonesia. Dengan berkembangnya informasi, anggapan klub yang sukses telah berganti menjadi klub yang bisa bertahan mengikuti kompetisi tanpa memakai dana hibah APBD.

Sekarang ini kompetisi ISL 2010/2011 tinggal 4 klub yang tidak memakai dana APBD. Semen Padang, Pelita Jaya, dan Arema adalah sebagian kecil dari klub eks Galatama yang tetap eksis dengan modal sendiri, sedangkan Persib Bandung adalah satu-satunya tim eks perserikatan yang sudah "tobat" tidak menggunakan hibah anggaran APBD lagi.

Skema pendanaan klub nonAPBD bermacam-macam. Pelita Jaya disokong oleh anggota keluarga taipan kenamaan, Nirwan Bakrie. Semen Padang dibackup oleh induk perusahaannya, sedang Persib Bandung walaupun mendapat pasokan dana segar dari sponsor dan tiket juga mendapat dukungan dari konsorsiumnya senilai belasan miliar rupiah setiap tahun. Sedangkan di Arema sekitar 90 persen pendapatan tim berasal dari usaha sendiri.

Usaha yang melibatkan Arema banyak macamnya. Mulai dari penjualan tiket, sponsorship, hingga merchandise tim. Untuk sektor sponsorship diperkirakan Arema mendapatkan lebih dari 7 Miliar rupiah sampai dengan paruh pertama musim ini. Wujudnya sendiri beragam, mulai dari sponsor utama dan pendukung dengan kompensasi peletakan logo sponsor di jersey pemain, hingga yang berwujud iklan/advertorial.

Ragam iklan yang disediakan oleh Arema memang berfungsi sebagai sumber pemasukan klub. Bentuknyapun mulai dari semacam giant banner, spanduk, hingga branding pada tiket pertandingan. Untuk penempatannya bisa dilakukan baik didalam maupun luar stadion.

Jika unit bisnis produktif ini mampu tergarap secara maksimal, bukanlah mustahil jika Trilogy pengembangan dalam Industry sepakbola yaitu Sports Performance, Sport Product dan Sportainment menjadi sebuah kesatuan nafas bagi pengembangan Arema kedepannya.

Beberapa unit bisnis produktif dalam bentuk iklan/advertorial yang sedang digarap oleh Divisi Marketing Arema diantaranya :

A.Placement Promo And Advertise
- A-Board (Advertise Board)
Merupakan media promosi berupa papan iklan di dalam stadion yang diletakan di sisi lapangan pertandingan dengan ukuran a-board sebesar 6m x 1m. Jumlah A-Board yang bisa dioptimalkan di Stadion Kanjuruhan sejumlah kurang lebih 40 buah dengan penempatan bervariatif di sisi sekitar lapangan untuk ring pertama.

Musim lalu diperkirakan pemasukan Arema dari lahan A-Board mencapai 1Miliar rupiah.

- A-Wall (Advertise Wall)
Merupakan media promosi yang ditempatkan pada dinding bagian dalam Stadion. Space advertise wall yang bisa dioptimalkan dengan penempatan terbaik sejumlah 30 space, dengan ukuran per a-wall 5m x 1 m.

Gb : A-Wall ketika Piala Indonesia 2010
Banderol untuk A-Wall ini musim lalu mencapai 500ribu rupiah untuk setiap A-Wall yang terpasang. Musim lalu Arema mendapat order untuk pemasangan A-Wall dari beberapa perusahaan seperti perusahaan percetakan lokal hingga salah satu perusahaan telekomunikasi tersohor di Indonesia.

- Advertise Scoring Board
Merupakan media promosi yang ditempatkan pada bagian bawah Papan Skor pertandingan di dalam Stadion, dengan ukuran 1m x 12 m.

- Backdrop Press Conference
Merupakan media promosi berupa penempatan logo sponsor (brand perusahaan/produk) pada Backdrop Press Conference Arema Indonesia setiap dilangsungkan pertandingan Home di Stadion Kanjuruhan.

Gb : Backdrop Press Conference
- Giant Banner
Merupakan media promosi berupa baner vertical dengan ukuran besar (3m x 10m ) yang ditempatkan pada tiang lampu stadion kanjuruhan dengan bentuk vertical ke bawah. Space yang tersedia 4 buah menyesuaikan jumlah tiang lampu yang ada di Stadion Kanjuruhan

- Spanduk Sponsor
Adalah media promosi berupa spanduk yang ditempatkan di atas Tribun penonton VIP dan VVIP dengan ukuran 1m x 6 m. Jumlah space spanduk yang tersedia sebanyak 4 buah

- Advertise Bench Official
Merupakan media promosi berupa stiker branding/baner tempel yang ditempatkan pada bagian belakang dan depan Bench Pemain dan Official Tim. Bentuk Bench disesuaikan dengan standart Internasional. Space yang tersedia sebanyak 2 buah sesuai dengan jumlah Bench kedua Tim yang bertanding.

- Advertise Lorong Pemain
Merupakan media promosi berupa stiker branding/baner tempel yang ditempakan pada sisi atas dan sisi samping Lorong Pemain menuju dan keluar lapangan pertandingan, Ukuran lorong disesuaikan dengan standart Internasional. Penempatan branding sponsor pada bagian sisi atas dan sisi samping lorong pemain sehingga terlihat jelas dari segala penjuru Stadion Kanjuruhan.

- Advertise Carpet
Merupakan media promosi berupa karpet yang dibrandingkan dengan logo sponsor, dengan penempatan di sisi kanan dan sisi kiri kedua gawang di belakang garis lapangan. Jumlah space yang tersedia untuk Advertise Karpet sebanyak 12 space.

- Stand Booth (Stand Penjualan)
Merupakan Promosi/Penjualan adalah Media Branding/Promosi dan Selling (penjualan) bagi Sponsor di dalam Area dalam Tribun VIP/VVIP maupun di bagian luar atas area Tribun VIP/VVIP. Space yang tersedia sebanyak 25 Stand Booth baik di dalam maupun luar atas area VIP/VVIP.

- Premium Advertise Promo di dalam Area VIP/VVIP
Merupakan promosi dan branding sponsor di dalam area VIP/VVIP, mixed zone, dan Space potensial Placement lainnya melalui media Stiker Sponsor, Indoor banner, Spanduk Indoor, Stand Baner dan berbagai media promo lainnya.

B.Promo Outdoor
- Outdor Banner / Baliho Sponsor
Merupakan Media Promo berupa Banner atau Baliho yang ditempatkan di luar pintu masuk Stadion Kanjuruhan, ukuran Banner atau Baliho menyesuaikan sponsor

- Umbul-umbul Sponsor
Merupakan media promo berupa umbul-umbul yang ditempatkan di area luar Stadion Kanjuruhan dengan ukuran 1m x 6m.

- Spanduk Publikasi
Merupakan media promo berupa spanduk sebagai media publikasi yang ditempatkan di lokasi strategis di Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, Kab. Malang).

- Stand Booth (Stand Penjualan)
Stand Promosi/Penjualan adalah Media Branding/Promosi dan Selling (penjualan) bagi Sponsor di bagian luar area Stadion Kanjuruhan. Space yang tersedia sebanyak 20 Stand di Area luar Stadion.

- Moving Air Baloon
Satu sisi : Logo Sponsor
Sisi lain : Logo Arema Indonesia
Adalah media promosi berupa balon udara yang bergerak yang diudarakan sebelum pertandingan, sebagai daya tarik kepada Aremania dan Masyarakat umum, dimana logo Arema dan Sponsor bersanding di balon udara, sehingga menguatkan branding produk-produk Sponsor sebagai Partner dan bagian utama dari perjalanan Arema Indonesia.

- Stand Air Baloon
Merupakan Media promosi berupa balon udara yang ditempatkan di lokasi tertentu di area Stadion Kanjuruhan, dimana pada balon udara terdapat branding Logo Sponsor bersanding dengan Logo Arema Indonesia.

- Branding Sekretariat KORWIL AREMANIA
Merupakan media promosi dengan berbagai alternative jenis media yang ditempatkan pada seluruh Sekretariat KORWIL AREMANIA resmi yang ada di seluruh Malang Raya

- Branding Store Official Merchandise Arema Indonesia
Merupakan media promosi dengan berbagai alternative jenis media yang ditempatkan pada seluruh STORE OFFICIAL MERCHANDISE Arema Indonesia di seluruh Malang Raya.

- Advertise Buletin
Merupakan bentuk space media promosi pada buletin Arema Indonesia yang dicetak dalam setiap Home Match Arema Indonesia sejumlah 10.000 (sepuluh ribu) ekslempar. Distribusi buletin Arema Indonesia ini disebarkan di Stadion Kanjuruhan kepada Aremania, kemudian sebagian lainnya disebarkan pada tempat-tempat strategis (public) dan tempat-tempat komunitas.

- Advertise Majalah AREMA INDONESIA
Merupakan bentuk advertise pada media promosi di Majalah Bulanan Arema Indonesia yang dicetak secara eksklusif setiap bulan dengan penjualan yang terbatas. Distribusi Majalah Arema Indonesia ini hanya didistribusikan kepada tempat/pihak terbatas seperti Hotel berbintang, Maskapai Penerbangan, Travel Agent, Perusahaan-Perusahaan besar. Kemudian sebagian lainnya dijual secara Eksklusif melalui web site Arema Indonesia, www.aremafc.com

- Advertise Promo Web Site AREMA INDONESIA (www.aremafc.com)
Merupakan space advertise promo Sponsor pada web site resmi Arema Indonesia.

C. Other Promotion
- Branding Pada Tiket Pertandingan
Merupakan media branding sponsor dengan pencantuman logo Sponsor pada tiket pertandingan Arema Indonesia, baik tiket ekonomi, VIP dan VVIP. Jika Anda terbiasa membeli tiket pertandingan untuk menyaksikan pertandingan Arema, coba simak logo apa saja yang tertera di dalam tiket pertandingan tersebut.

- Jingle Tone Sponsor
Pemutaran Jingle Tone Sponsor pada awal, jeda, dan akhir pertandingan Home Match Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan. Jika Anda terbiasa datang ke stadion lebih awal, Anda pasti akan menemukan Jingle Tone yang biasa diputar lewat loudspeaker di stadion.

- Spot Promo Program
Program Promo Sponsor yang dilakukan secara Live pada saat pertandingan berlangsung, baik ketika sebelum Kick Off, Jeda dan pada akhir Pertandingan.

- Lips Service MC (Master Of Ceremony)
Penyampaian ucapan terima kasih kepada Sponsor-Sponsor yang Bersinergi dalam setiap Home Match Arema Indonesia ketika Jeda Pertandingan babak pertama.
Read more..

Catatan Akhir Musim 2010/2011

Selesai sudah musim 2010-2011, selesai sudah musim yang terasa sangat panjang bagi Arema Indonesia, musim yang dipenuhi dengan masalah yang datang silih berganti tanpa kenal ampun. Tapi, ini semua bukan berarti masalah akan segera pergi dari Arema Indonesia, yang jelas badai belum berlalu. Kini masalah yang ada tinggal menyisakan permasalahan dalam tubuh manajemen, dan biarlah itu diselesaikan oleh manajemen kita sebagai Aremania cukuplah urun rembug, dan jangan sampai makin menambah keruwetan yang terjadi.

Musim ini adalah musim ujian bagi Aremania dan Arema Indonesia, musim ini adalah musim dimana karakteristik masing-masing personal akhirnya dibuka oleh Allah. Siapa saja Aremania yang benar-benar loyal kepada Arema Indonesia, yang selalu tanpa kenal lelah mendukung Arema dalam setiap pertandingan, apapun yang terjadi. Mana saja dalam tubuh manajemen orang-orang yang benar-benar mencintai Arema dan melakukan semuanya demi nama Arema Indonesia, serta siapa-siapa saja yang hanya mencoba mencari keuntungan dari nama besar Arema Indonesia. Semuanya terkuak musim ini, dan musim ini haruslah menjadi musim yang penuh pelajaran bagi semua pihak dalam tubuh Aremania dan Arema Indonesia, sehingga segala kesalahan dan kebodohan yang terjadi musim ini, janganlah sampai terulang lagi di musim-musim yang akan datang, karena saya yakin Aremania dan Arema Indonesia adalah golongan-golongan Ulul Albab, yakni orang-orang pintar dan baik yang mampu mengambil hikmah dari segala sesuatu.

Tapi anehnya, justru musim inilah saya benar-benar bisa merasakan bagaimana sepakbola itu sesungguhnya, benar-benar merasakan bagaimana rasanya mencintai dengan sangat, bagaimana rasanya sakit hati tapi masih bisa mencintai, ibarat orang pacaran, saya sudah diselingkuhi dan perselingkuhan itu saya ketahui, tapi tetap saja saya mencintai pacar saya itu, hanya karena saya mencintai pacar saya itu dengan sepenuh hati dan tidak bersyarat. Itulah Aremania, sudah berkali dikhianati oleh manajemen musim ini, sudah berkali-kali di bohongi oleh manajemen, tapi Aremania tetap mendukung Arema Indonesia, Aremania tetap mencintai Arema Indonesia, tapi, ada beberapa Aremania yang memang cintanya bersyarat, dan itu wajar dalam urusan percintaan. Tapi, yang perlu kita ingat, dipertandingan terakhir kemarin, Aremania membuktikan cintanya kepada Arema Indonesia. Cinta itu masih ada, kerinduan masih ada, dan sepinya stadion dalam beberapa pertandingan musim ini, hanyalah karena cinta beberapa Aremania bersyarat.



Stadion Sepi, Apakah Sama Dengan Cinta Bersyarat?
Syarat-syarat inilah yang harus dipenuhi oleh Arema Indonesia musim depan, tujuannya jelas, agar bisa memenuhi syarat cinta beberapa Aremania, dan tujuannya, penuhnya Stadion Kanjuruhan, melimpahnya dukungan pada Singo-Singo Edan, dan tentu saja, stadion Kanjuruhan pada akhirnya akan penuh dengan cinta. Bagaimana memenuhi syarat cinta itu, salah satunya adalah manajemen haruslah berbenah, jadi lebih jujur, jadi lebih bertanggung jawab, transparan, dan mengelola Arema Indonesia dengan sepenuh hati, jiwa dan raganya. Secara team, permainan haruslah lebih cantik, tidak hanya cantik, tapi juga harus menghasilkan kemenangan, dan di akhir musim, haruslah menghasilkan gelar juara. Peringkat dua atau bahkan dibawahnya, ini bukanlah target yang pantas bagi Arema Indonesia, juara itulah posisi yang pantas untuk Arema Indonesia, lagipula, seperti apa yang Jose Mourinho katakan “Dunia hanya mengenal sang juara, Nomor dua adalah pecundang” meskipun dalam sisi lain, Cak Nun menyatakan esensi juara itu tidak ada, tapi tetap saja saya yakin semua Aremania menginginkan gelar juara. Lihat musim ini, dengan kondisi intern yang sangat buruk, kita masih bisa duduk sebagai runner-up, apalagi, apabila kondisi musim depan lebih baik, maka gelar juara bukanlah lagi sebuah keniscayaan. Itulah dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh Arema Indonesia jika ingin memenuhi syarat cinta Aremania. Memang seharusnya cinta itu tidak bersyarat, tapi dalam realita yang ada, cinta itu memang seringkali bersyarat, inilah kodrat yang telah digariskan oleh Tuhan, dan suka tidak suka haruslah kita terima dengan lapang dada.

Tidak perlulah, kita menyesali apa yang terjadi musim ini, kekalahan kita dari Persipura dalam perburuan gelar juara musim ini adalah sesuatu yang layak kita jadikan pelajaran, karena pada hakekatnya, kekalahan, kegagalan, adalah setinggi-tingginya ilmu pengetahuan, untuk mengalami kemenangan, kita tidak memerlukan persiapan mental sebanyak dan seberat daripada mengalami kekalahan. Ketika menang, kita hanya tinggal bergembira dan berpesta, sementara untuk kekalahan, kita harus menyiapkan diri untuk menerima hinaan, cacian, dan hal-hal lain yang menyakitkan hati. Cerita tentang seorang Liverpudlian yang bunuh diri ketika Liverpool kalah 3-0 di separuh babak pada final Liga Champions Eropa melawan AC Milan, padahal akhirnya Liverpool menjadi juara, menjadi bukti betapa sulitnya menerima kekalahan daripada kemenangan, padahal saat itu Liverpool belum benar-benar dinyatakan kalah. Bagaimanapula pemain timnas Kolombia, Escobar, meninggal ditembak fans Kolombia, setelah dia mencetak gol bunuh diri, dan membuat Kolombia pulang dari Piala Dunia. Banyak orang lemah yang hanya bisa percaya diri hidupnya kalau ia punya kekayaan. Begitu ia miskin, hancur hatinya. Sementara ada puluhan juta orang kuat yang meskipun hidupnya miskin tetap bisa bahagia dan ceria. Demikianlah banyak orang-orang lemah yang untuk bisa hidup ia membutuhkan jabatan, butuh menyakiti orang lain, butuh mengungguli orang lain, butuh menang atas orang lain, butuh menjadi pejabat, butuh menjadi direktur, butuh menjadi sarjana dan doctor. Kalau mereka tak memiliki itu semua, hancur hatinya.

Musim ini, Aremania membuktikan betapa kuatnya mental Singa kita, setelah musim yang membanggakan dan penuh kebahagiaan pada 2009-2010, lalu musim 2010-2011 ini yang penuh dengan kebohongan dan sakit hati, tapi Alhamdulillah sampai saat ini, kita tidak mendengar ada Aremania yang bunuh diri, ataupun pemain yang meninggal karena di bunuh fansnya sendiri, karena gagal meraih gelar juara ini. Yang ada, Aremania dan Arema Indonesia berhasil menduduki peringkat dua di tabel klasemen akhir Liga Super Indonesia, serta menjadi Juara dalam masing-masing hati Aremania.



Ribuan Orang Datang Ke Kanjuruhan Sebagai Rasa Cinta
Sampai kapanpun Arema adalah Sang Juara bagi Aremania, sampai kapanpun, pemain Arema adalah pahlawan-pahlawan Arema, sampai kapanpun Arema adalah Kebanggaan Bagi Aremania. Bagi para pemain musim ini, janganlah berkecil hati, kalian tetap pahlawan kami, kalian telah bermain dengan seluruh kemampuan, bahkan melebihi batas kemampuan kalian, kalian telah membuktikan bahwa kalian layak bermain mengenakan kostum berlambang Kepala Singa di dada kalian. Percayalah, musim depan Arema akan lebih baik, jadi bertahanlah di klub yang kami cintai ini, bertahanlah di klub yang juga telah membesarkan sebagian besar nama dari kalian ini, bertahanlah di klub ini, demi kami Aremania yang mencintai klub ini dengan sepenuh hati, jiwa dan juga raga kami. Dan apabila kalian memilih untuk pergi dari klub ini, maka pergilah, terima kasih untuk segala hal yang telah kalian berikan untuk kebanggan kami, tapi maafkanlah, jika kelak kalian kembali ke Kanjuruhan, melawan Arema Indonesia, tidak akan ada puja-puji untuk kalian, yang ada hanyalah hinaan, karena bagi kami, nama di dada lebih penting daripada nama yang ada di punggung. Karena bagi kami, kejayaan Arema adalah harga mati, dan harga?. diri. Pemain silahkan datang dan pergi, tapi Arema akan tetap ada di hati kami. Meskipun begitu, kami bukanlah orang yang tidak tahu terima kasih, kalian akan tetap kami hormati sebagai pahlawan-pahlawan kami, kalian akan tetap dihormati, tapi tidak di tempat suci kami, tidak di tempat pemujaan kami, tidak tempat dimana Arema membantai lawan-lawannya, tidak di Stadion manapun Arema bermain.

Akhirnya, terima kasih Ya Allah, untuk musim yang penuh pelajaran ini, terima kasih, telah mengingatkan kami, bahwa tidak selamanya kami akan ada di puncak, selalu ada saat dimana kami akan terlihat seperti orang bodoh, terima kasih masih memberikan kenikmatan kepada kami di tengah kondisi carut marut ini, maafkanlah, bila selama ini kami sering melanggar perintah-Mu demi membela Arema Indonesia, tolong bimbinglah kami, agar dapat melaksanakan perintah-Mu sekaligus tetap membela Arema Indonesia, agar kepentingan dunia dan akhirat kami bisa selaras. (@Trezegulum17)


Petilasan Brontoseno, 20 Juni 2011

00.14 WIB
Read more..

Serba-Serbi Arema di ISL 2010/2011

1. TINGKAT KEDISIPLINAN
a. Home = 20 Kartu Kuning, 1 Kartu Merah
b. Away = 24 Kartu Kuning, 2 Kartu Merah

2. PENONTON(HOME)
a. Penonton Terbanyak = 36994(vs Persipura)
b. Penonton Terendah = 9258(vs PSPS)

3. SKOR
a. Kemenangan Terbesar = 8-0(vs Bontang FC)
b. Kekalahan Terbesar = 1-6(vs Persipura)

4. PROSENTASE
a. Prosentase Kemenangan = 68,2%
b. Prosentase Kemenangan Kandang = 92,9%
c. Prosentase Seri Kandang = 7,1%
d. Prosentase Kalah Kandang = 0%
e. Prosentase Kemenangan Tandang = 14,3%
f. Prosentase Seri Tandang = 42,9%
g. Prosentase Kalah Tandang = 42,9%

5. GOL
a. Gol Memasukkan Kandang = 37
b. Gol Kemasukan Kandang = 5
c. Gol Memasukkan Tandang = 15
d. Gol Kemasukan Tandang = 20

6. USIA
a. Pemain Termuda = Aji Saka(20 tahun)
b. Pemain Tertua = Pierre Njanka(36 tahun, pertengahan putaran I mengundurkan diri)

7. BERMAIN
a. Pemain Inti Terbanyak = Ahmad Bustomi(26kali)
b. Pemain Cadangan Tersering(Tidak Main) = Ahmad Kurniawan(13kali)
c. Pemain Pengganti Tersering = Juan Revi & Ahmad Amiruddin(12kali)
d. Menit Bermain Terbanyak = Ahmad Bustomi(2277 menit)

8. TOP SKOR
a. Top Skor Klub = Roman Chmelo(9 Gol)
b. Top Skor Pemain Asing = Roman Chmelo(9 Gol)
c. Top Skor Pemain Lokal = Yongki Aribowo(7 Gol)

9. KARTU
a. Penerima Kartu Kuning Terbanyak = Zulkifli(8 kali)
b. Penerima Kartu Merah Terbanyak = Sunarto, AK, dan M. Ridhuan(1 kali)

10. STREAK
a. Streak Kemenangan = 5
b. Streak Kekalahan = 2
Read more..

Data Fakta Arema di ISL 2010/2011

1. HASIL
Musim ini Arema berada di peringkat kedua dengan mendapatkan poin 52, hasil dari 15 kali menang 7 Draw dan 6 kali mengalami kekalahan. Keadaan ini lebih jelek dibandingkan dengan tahun lalu dimana poin Arema adalah 73 dari 23 menang, 4 draw dan 7 kali kalah. Akan tetapi yang perlu diingat adalah jumlah peserta musim ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Meski secara hasil lebih buruk, hal ini bisa dimaklumi, sebab berbagai permasalahan mendera Arema sejak awal musim, hal ini tentu saja sangat berpengaruh, apalagi Arema juga bermain di Asia sehingga sangat berpengaruh terhadap apa yang dicapai musim ini.

2. GOL MEMASUKKAN dan GOL KEMASUKKAN
Arema berhasil menyarangkan 57 gol musim lalu sehingga jika dirata-ratakan, per pertandingan Arema mencetak 1.6 gol, sedangkan musim ini dengan hanya 28 pertandingan, Arema mampu mencetak 52 gol dengan rata-rata 1,8. Roman Chmelo berperan besar atas banyaknya gol yang diciptakan oleh Arema dengan menjadi topskor dengan 9 gol.

3. PENONTON

"Saat ini kompetisi Liga ibarat sirkus, jika asyik dan menyenangkan tontonannya, orang akan berbondong-bondong datang, dan sebaliknya" Kata Lucky. Hal inilah yang membuat penonton Arema musim ini menurun drastis, hal ini bisa dimaklumi sebab kondisi manajemen Arema yang kurang stabil membuat penonton enggan datang, padahal tim Arema tahun ini lebih atraktif dan banyak mencetak gol di kandang sendiri. 283.009 sehingga rata-ratanya sebanyak 20.214,9. Jika dibandingkan tahun lalu penonton Arema mencapai 473.626 dengan rata-rata 27.860.3.

Ini juga sekaligus kritik terhadap Aremania karena, ketika tim sedang mengalami kegoncangan, kemana mereka? stadion kerap melompong dengan terendah ketika melawan PSPS dengan jumlah 9258. Sedangkan untuk tertinggi penonton Arema terjadi saat melawan Persipura 36.994.

Akan tetapi siapa sangka jumlah penonton Arema ini adalah yang terbanyak di ISL musim ini !! (baca kelanjutan tentang pembahasan penonton di artikel selanjutnya)


4. REKOR DAN DATA MUSIM INI



Read more..

Hargailah Pendahulu Arema

Tidar-(MalangSoccerNews.web.id).Pendiri Arema Luky Acub zaenal miris melihat apa yang terjadi pada team yang di dirikannya masih belum bisa lepasa dari masalah internal yayasan.Ditemui wartawan di rumahnya kawasan tidar putra acub zaenal tersebut menyatakan" semuanya saling mengaku klaim dari kepemilikan Arema.

Tapi mana saat pemain Arema membutuhkan gaji tidak ada yang datang dan menyelmatakan pemain"Tapi sekarang kompetisi suda berakhir akan tetapi semua saling klaim Masyallah imbuhnya"Sebelumnya luki juga kecewa yang rencananya akan di hapus struktur pendiri.Menurut harian malang post Eko handoko menyatakan Kalau pendiri itu tidak ada wewenang.

Sam ikul saat berbicang wartawan di kediamannya Selasa 12.07/Gilank/MSN

Prinsipnya, pendiri setelah yayasan itu lahir atau terbentuk, sudah putus hubungannya. Kecuali dia duduk sebagai pembina atau sebagai pengurus dalam yayasan yang dibentuk,’’ sambung notaris yang memegang akta nomer 146 untuk perubahan Yayasan Arema saat dikelola Bentoel. Ketika itu pula Eko Handoko menunjukkan berkas-berkas akta yayasan yang tetap dia simpan.

Kalau pendiri bisa merubah, menurut Eko Handoko, itu adalah aturan lama, dimana Yayasan belum mendapat standarisasi dari Departemen Kehakiman. Sehingga diakuinya, untuk standar akta yang lama, notaris bebas membuat sendiri-sendiri.

’’Kadang-kadang pendiri ditambahkan pasal tertentu, bahwa pendiri itu diberi keistimewaan tertentu. Misalkan kalau mau angkat pengurus harus persetujuan pendiri, atau mau jual akta harus persetujuan pendiri. Tapi itu yang lama, kalau sekarang sudah tidak bisa,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam akta Yayasan Arema yang dipegangnya, tidak tercantum nama pendiri dalam struktur kepengurusnya. Sehingga bisa dipastikannya, pendiri tidak punya wewenang dalam Yayasan Arema.

’’Tidak tahu apa setelah ini ada perubahan lagi,’’ sebut Eko Handoko yang mengaku sudah tak ikut merubah akta Yayasan Arema saat dilepas oleh Bentoel tahun 2009 lalu.Nah masalah itu yang membuat luki Kecewa.Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.

Tanda kehancuran bangsa adalah pemuda ataupun rakyatnya tidak lagi mengingat dan menghargai pahlawannya itu yang terjadi di negri kita saat ini akan terjadi di Team Arema imbuh Luki sembari menutup pembicaraanya kepada wartawan(Gilank/MSN)
Read more..

Selasa, 12 Juli 2011

Soal Gaji, Belum Berani Janji

MALANG – Manajemen Arema Indonesia gagal membayarkan gaji bulan Juli para pemain Singo Edan, tepat waktu. Kondisi ini terpaksa terjadi karena manajemen tim merilis kas keuangan di tubuh tim runner up Indonesia Super League (ISL) ini belum siap dipergunakan untuk membayar gaji pemain. Walhasil, pembayaran gaji yang seharusnya jatuh tempo tepat pada Sabtu, (9/7) akhir pekan kemarin pun terpaksa tertunda.
Abriadi Muhara, Pelaksana Harian PT Arema Indonesia mengatakan, pihaknya berusaha secepatnya menyelesaikannya. Mewakili manajemen, dia sengaja belum berani menjanjikan kapan kepastian tanggal pembayaran gaji ke masing-masing pemain Singo Edan. Jika sewaktu-waktu kas manajemen sudah siap, manajemen langsung mengontak satu per satu pemain dengan menginformasikan bahwa gaji cair.
‘’Gaji untuk bulan Juli, belum cair dikarenakan kas masih belum siap. Saya belum bisa sampaikan, kapan kepastian gaji itu dibayarkan ke pemain. Meski kami tahu, pembayaran gaji di bulan Juli ini sudah melewati jatuh tempo, 9 Juli, Sabtu kemarin,’’ terang Abriadi kepada Malang Post, kemarin.
Pria yang berdomisili di Sidoarjo ini mengatakan, manajemen sengaja tidak berani menebar janji atas tanggal pembayaran gaji nantinya, lantaran khawatir semakin mengecewakan pemain. Karenanya, pihaknya lebih memilih untuk meminta pemain agar sabar menunggu. Sebab, manajemen bertekas pembayaran gaji Juli ini bisa tuntas sebelum akhir Juli, alias sebelum sebagian besar pemain telah habis masa kontraknya dengan Arema.
Awalnya, jelas Abriadi, pihaknya bertekad bisa menyelesaikan gaji itu tidak melebih pekan kemarin. Bahkan hal ini dikoordinasikan dengan HM Nur, yang tercatat sudah diberhentikan dari jabatan Ketua Yayasan Arema sebelum disampaikan kepada Eddy Rumpoko, sang fasilitator infestor baru Singo Edan.
Akibat kas manajemen belum siap, mereka khabarnya juga sempat menggelar pertemuan di rumah pendiri Arema, Lucky Zaenal, setelah gagal menghelat pertemuan di kantor notaris milik Benikditus ‘Beni’ Bosu, Senin (11/7) malam.
‘’Kita secepatnya selesaikan. Begitu kas siap, kita langsung sampaikan ke pemain, gaji mereka disampaikan lewat transfer ke rekeningnya masing-masing pemain. Hal ini seperti yang kita lakukan saat pembayaran satu bonus kemenangan (lawan Persijap Jepara, Red) ke pemain, beberapa waktu lalu. Kita berharap, secepatnya gaji ini sudah terbayarkan, atau paling lambat sebelum masuk akhir Juli nanti,” pungkas Abriadi. (poy/bua)
Read more..

Features-Content

Recent Posts