Senin, 13 Desember 2010

Pembuktian Loyalitas Aremania

MALANG - Usai delapan hari di Bali untuk pemusatan latihan, saatnya Arema kembali menjajal kekuatannya menghadapi tim selevel. Singo Edan akan menjamu Persela Lamongan di stadion Gajayana, sore ini mulai pukul 15.30 WIB.
Ini ujicoba kedua Arema di Gajayana, setelah sebelumnya menggilas Deltras Sidoarjo 3-1. Managercoach Arema, Miroslav Janu berharap, hasil ujicoba kali ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Tak hanya skor pertandingan namun juga pemasukan. Miro berharap, Aremania datang memadati stadion Gajayana demi memberi pemasukan untuk manajemen Arema yang tengah dilanda krisis keuangan. Menurutnya, pemasukan dari tiket ujicoba ini adalah salah satu cara untuk mengatasi krisis itu.
’’Ya, kalau Aremania suka dengan Arema dan memiliki Arema, harus datang ke stadion. Aremania harus datang semua agar Arema bisa jalan lagi,’’ ungkap Miro usai memimpin latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sore.
’’Kita sebenarnya bisa saja ujicoba lawan tim lokal. Tapi kita mau beri ujicoba yang bagus dan berkualitas. Ini semua untuk Aremania. Makanya kita harap Aremania bisa datang semua untuk bantu keuangan Arema,’’ sambungnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Republik Ceko ini berharap, sore ini tak sampai turun hujan untuk menarik minat Aremania ke Gajayana. Menurutnya, semakin banyak Aremania yang datang, Arema akan mendapat uang dari pemasukan tiket itu.
’’Tidak apa-apa main sore, meski untuk Aremania sebenarnya lebih baik kalau main malam. Kita berharap Aremania tetap support Arema,’’ sebut Miro yang sempat kaget menyusul perubahan kick off dari malam hari menjadi sore hari.
Sementara itu, terkait persiapan timnya, pelatih yang pernah menangani Arema tahun 2007 lalu ini mengaku akan coba maksimal, meski dengan kondisi tim berlogo kepala Singa ini masih tak diperkuat delapan pemainnya yang gabung Timnas.
Lima pemain, yaitu Kurnia Meiga, Zulkifli Syukur, Benny Wahyudi, Ahmad Bustomi dan Yongki Ariwibowo gabung Timnas Indonesia untuk semifinal Piala AFF, sedangkan Noh Alamshah dan Muhamad Ridhuan belum kembali dari Timnas Singapura.
’’Kita akan coba maksimum, meski kita tidak ada pemain inti. Sedangkan Persela saya lihat pemain mereka ada semua, mungkin mereka bisa tampil full team,’’ terang Miro yang sempat dua kali ujicoba lawan tim lokal di Bali.
Disinggung perihal kondisi pemainnya yang bakal tampil tanpa gaji selama tiga bulan, Miro tak mau membahasnya. ’’Mau apa lagi, target kita besok untuk ujicoba saja, seperti ujicoba sebelumnya,’’ yakin mantan pelatih Slavia Praha ini.
Untuk komposisi pemain Arema yang bakal diturunkan sore ini, Miro dengan pola 4-3-3 mengandalkan Alfarizi, Leo Tupamahu, Pierre Njanka dan Waluyo di lini belakang. Lini tengah ada Esteban Gullien, Juan Revi dan Sunarto.
Sunarto diplot sebagai second striker menggantikan posisi Chmelo Roman yang kemarin sore tampaknya ada masalah dengan jari kaki kirinya yang cedera. Sedangkan untuk lini depan ada Amirudin, Dendi Santoso dan Fahrudin.
Pada latihan terakhir kemarin sore, selain mencoba skema permainan dalam tiga perempat lapangan, Miro juga membenahi lini pertahanan Arema. Khususnya Pierre Njanka dkk difokuskan untuk mengantisipasi bola-bola mati, dari tendangan sudut maupun dari tendangan bebas. (bua/avi)


Terimakasih
Read more..

Jumat, 26 November 2010

Penasehat LPI: Arema Tetap Milik Aremania

Keikutsertaan Arema di Liga Primer Indonesia (LPI) memang masih belum jelas, terkait bukti tertulis yang sampai detik ini belum ditunjukkan oleh pihak penyelenggara. Namun, melalui penasehatnya, Dityo Pramono, pihak LPI menjamin Arema tetap milik warga Malang.

Buka Kartu. Dityo Pramono saat bertandang ke Ongisnade bersama perwakilan Arema. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)

“Kiblat sepak bola Indonesia itu berada di Malang. Di Arema. Karena itulah, kami sangat mengharapkan Arema benar-benar jadi bergabung dengan LPI,” ujar Dityo kepada Ongisnade, Rabu (24/11).

“Sekarang itu kiblat sepakbola bukan di Bandung, bukan di Jakarta, tapi di Malang. Nah, kan lucu kalau Arema dipindah dari Malang, justru Aremania ini lah yang nantinya bisa memiliki Arema, selama ini kan mereka hanya diperas saja tanpa bisa memonitor kinerja manajemen dan yang pasti, ke depan mereka adalah bagian vital dari klub.”

Lebih jauh, Dityo yang datang ke Malang dan menyambangi beberapa media lokal tersebut lantas menanggapi krisis finansial yang terjadi di Arema dan rata-rata klub tanah air. Tak ayal, Dityo pun mengungkap misi LPI kepada klub-klub pesertanya.

“LPI bertujuan untuk menggelar sebuah kompetisi yang sehat. Selain secara teknis pertandingan, kami juga akan membenahi masalah keuangan dari tiap klub peserta LPI. Kami telah menyusun sebuah rencana untuk membuat keuangan klub itu sehat.”

Sementara itu, perwakilan Arema, Dito Arief yang ikut hadir dalam sosialisasi tersebut mengutarakan jika pihaknya berusaha memfasilitasi niatan baik LPI untuk bisa menjelaskan tentang liga yang sedianya akan bergulir pada 8 Januari 2011 mendatang itu.

“Ya keberadaan mereka kan dalam rangka sosialisasi, tentang bagaimana realisasi konsep yang sudah ada, biar masyarakat Malang tahu secara luas.” (onn/lia)




Terimakasih
Read more..

Kamis, 11 November 2010

Film: “Arema, Agama Kedua”



Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memproduksi film dokumenter “Arema, Agama Kedua” sebagai bentuk pemahaman terhadap masyarakat mengenai film dokumenter dan aplikasi mata kuliah. “Film yang dibuat mulai Maret hingga Agustus 2010 itu menceritakan sisi lain klub sepak bola asal Malang, Jawa Timur (Jatim), Arema. Cerita mulai dari awal berdirinya Arema hingga menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2010,” kata Line Producer Film “Arema, Agama Kedua” Fajar Junaedi di Yogyakarta.

Menurut dia, dengan mewawancarai sosok-sosok di balik kesuksesan Arema, seperti pendiri, manajer, orang-orang yang terlibat dalam pendirian Arema, pelatih, pemain, dan dan suporter.

“Selain ingin mengenalkan sisi lain dari film dokumenter, film tersebut juga ingin mengungkapkan sisi lain dari Arema. Menurut data dari Asian Footbal Confederation (AFC) pada musim pertandingan 2009/2010 suporter Arema merupakan suporter paling banyak, dengan rata-rata di setiap pertandingan tandang maupun kandang dipadati sekitar 30 ribu suporter,” katanya.

Ia mengatakan, Arema secara manajemen juga berbeda dengan klub sepak bola lain yang ada di Indonesia. Ketika klub sepak bola lain masih berpegang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Arema mampu bertahan dengan mandiri.

Hal itu yang kemudian mendorong mahasiswa untuk membuat film dokumenter mengenai Arema. Selain mengaplikasikan ilmu juga ingin mengungkapkan kepada masyarakat mengenai sisi lain dari Arema yang bertahan tanpa APBD.

“Kami berharap seluruh klub sepak bola di Indonesia setelah melihat film dokumenter itu nanti tidak hanya berharap pada APBD dan mampu bertahan secara mandiri,” katanya.

Menurut dia, saat ini kecenderungan dana yang disalurkan kepada klub sepak bola dianggap membebani APBD. Padahal, di luar negeri klub-klub sepak bola mampu bertahan secara mandiri bahkan dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik klub tersebut.

Terkait pemilihan judul film “Arema, Agama Kedua”, ia mengatakan, proses pembuatan film tersebut melalui penelitian. Pada saat riset tampak bahwa masyarakat Malang ketika atribut yang bergambar simbol Arema, yakni singa dirusak mereka akan marah.

“Berdasarkan penelitian itu, akhirnya kami memilih judul tersebut untuk film dokumenter yang kami produksi yang menggambarkan perjalanan klub sepak bola Arema,” katanya. (Antara)



Terimakasih
Read more..

Selasa, 09 November 2010

Sepakbola dan politik

Sepakbola dan politik. Keduanya memiliki kesamaan dimana sama-sama memperebutkan tahta. Bedanya politik memiliki legitimasi dalam mencapai tujuan. Sementara Sepakbola mengedepankan unsur persaingan. Yang terbaik bukan ditentukan oleh banyaknya suara dan seberapa besar massa yang mendukung tetapi oleh banyaknya gol ke gawang lawan. Dewasa ini Sepakbola tidak hanya sekedar banyaknya gol yang tercipta, tetapi juga permainan indah ala Jogo Bonito maupun Tango.

Politik memang berkaitan erat dengan dunia Sepakbola. Entah, apakah memang manusia membutuhkan media lain untuk menunjukkan kedaulatannya. Contoh konkret ketika Italia di Piala Dunia 1934 dan 1938 yang menjadi kampanyen politik rezim Benito Mussolini. Bahkan sampai memunculkan isu jika Italia gagal menjadi juara dunia maka nyawa harus dipersiapkan sebagai tumbal. Nyatanya prestasi dalam dunia sepakbola dianggap lebih dari sekedar kebanggan suatu negara.

Politik memang merambah dunia sepakbola. Berlusconi semasa menjabat sebagai perdana menteri sanggup menjadi orang nomor satu di AC Milan. Prestasinya sangat mengesankan. Beberapa kali AC Milan diantarkan ke tangga Juara. Mahkota Liga Champions Eropa bahkan pernah direbutnya.
Publik boleh menilai, untuk melapangkan jalan menuju tahta kekuasaan diperlukan banyak pelicin yang kita sebut sebagai uang. Di Indonesia kalimat ini boleh kita tambahkan “Untuk menjadi walikota/bupati kita memerlukan sepakbola sebagai penarik simpati rakyat”. Dengan kata lain pengertian sepakbola di Indonesia memiliki persepsi sebagai ladang uang, simpati dan kesuksesan.
Politik ibarat menjalankan sebuah tirani. Ia kuat mencengkeram Bola Dunia. Artinya di seluruh dunia politik bukan lagi sebuah mata kuliah yang tercantum dalam kurikulum pendidikan. Politik ibarat authority untuk mengatur kebijakan hidup umat manusia.

Tidak ada celah tanpa kehadiran politik. Setiap umat manusia membutuhkan politik untuk menumbuhkan nalar dan daya pikirnya. Bagi sebagian umat manusia, dengan berpolitik ia bisa melampiaskan nafsunya. Yups, nafsu kekuasaan dan ingin memerintah adalah anugerah Tuhan YME.

Tidak ada aspek kehidupan yang tidak luput dari jamahan politik. Sepakbola bagi sebagian manusia dipandang sebagai agama kedua. Ibaratnya Sepakbola adalah sesuatu yang sifatnya principle.

Lihatlah berapa banyak perputaran uang dalam kompetisi Liga Indonesia. Jika setiap klub minimal menghabiskan dana 10 Miliar Rupiah, maka untuk 28 Klub yang berlaga di Liga Indonesia 2006 minimal menghabiskan 280 Miliar rupiah. Ironis memang sebagian besar uang tersebut dipungut dari rakyat, sementara rakyat ketika masuk stadion masih disuruh membeli tiket.

Indonesia ini memang hobby menjadi orang latah. Ketika yang satu sibuk menjadi pembina sepakbola di kotanya dan sukses, yang lain segera mengikutinya. Dana APBD ramai-ramai digerogoti untuk tujuan pembinaan sepakbola. Walaupun hasilnya nihil dan prestasi tak kunjung diraih.

Yang lebih ironis ketika uang milyardan tersebut tadinya untuk memperbaiki materi tim. Tapi apa mau dikata ketika tim tersebut kalah mobilitasnya dalam memburu pemain. Alhasil pemain pas-pasan yang didapat. Sementara sebagian dana kemungkinan bisa digunakan untuk bancakan para pengurusnya.

Di sisi lain sepakbola dijadikan ajang menarik simpati rakyat. Menjelang Pilkada Klub yang dibina salah satu peserta Pilkada disibukkan untuk meraih kemenangan sebagai alat kampanye. Kemenangan dihargai mahal dan dijadikan dalih ini adalah berkat usaha Sang peserta Pilkada tersebut. Nampaknya Pilkada dijadikan sebagai ajang Pilkadal(Pemilihan Para Kadal).

Sepakbola sepenuhnya melahirkan unsur teknis dan kolektivitas tim dalam suatu permainan. Sepakbola bukan bergantung dari keikutsertaan para peserta Pilkada atau politikus yang berkepentingan untuk mengamankan kekuasaanya. Hanya publik yang bisa menentukan apakah seterusnya ingin dikadali oleh “Gibol” yang 100% tidak ikhlas mengabdikan dirinya dalam dunia sepakbola itu.

Sepakbola sebagai pencerminan olahraga yang multidimensi memang menghadirkan daya tarik yang luar biasa besar. Di Indonesia diperkirakan lebih dari 10 juta penduduknya adalah mania bola. Dari sekian ini, tentu ada segelintir orang yang menginginkan potensi yang sedemikian besar untuk memuluskan tujuannya.

Adam Smith, Martin Luther, Friedrich Engels, Niccolo Macchiavelli dan sederet nama besar lainnya telah menghadirkan skema politik untuk kita pelajari. Beberapa tahun kita duduk di bangku sekolah untuk mempelajari bahwa politik dan kekuasaan tidaklah berbeda jauh. Pada akhirnya kita dihadapkan pada kenyataan mempertahankan kekuasaan adalah sebuah prioritas, sementara kemakmuran rakyat bukanlah sebuah tujuan.

Indonesia adalah negara yang berkembang tahap pemikirannya. Mereka masih mencoba menemukan tentang jatidiri Indonesia sebenarnya. Ataukah memang jatidiri Bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945 itu sudah diketemukan sejak lama namun tidak pernah diterapkan dalam kehidupan

Terimakasih
Read more..

Jumat, 05 November 2010

Njanka : Setiap Permainan Tujuannya Adalah Kemenangan

Njanka : Setiap Permainan Tujuannya Adalah Kemenangan
Pelajaran Berharga dari Laga Lawan Pelita Jaya
04.11.2010 09:43
Sang Kapten, Njanka banyak mengambil pelajaran berharga saat laga lawan Pelita Jaya
Pertandingan Arema Indonesia vs Pelita Jaya yang berakhir 1-0, buat Sang Kapten adalah pertandingan yang luar biasa. Njanka mengaku banyak belajar dari pertandingan tersebut.

Pelajaran yang berharga itu yakni bahwa setiap pertandingan kadang banyak hal yang menguntungkan bagi tim, dan kadang sebaliknya. Njanka mengatakan bahwa dalam setiap pertandingan, idialnya ketika tim bermain bagus, maka hasilnyapun akan bagus.

Saat pertandingan lawan Pelita Jaya, Njanka mengaku sejujurnya bahwa tim kurang bermain bagus, tapi justru tim membawa kemenangan. Sebaliknya, dalam beberapa kesempatan pertandingan, Arema Indonesia tampil luar biasa dan sangat bagus justru hasilnya tim mengalami kekalahan, seperti saat menjalani away di Persisam Samarinda, yang berkesudahan 1-0 untuk tim tuan rumah.

Karena itu, mantan pemain Timnas Kamerun di Piala Dunia 1998 dan 2002 itu mengaku, kedepan mengharapkan kondisi tersebut tidak mempengaruhi psikis pemain. Terpenting, kedepan di setiap tampilannya, pemain Arema Indonesia harus tampil maksimal. Bersyukur bila permainan bagus menuai hasil yang bagus pula, tapi prinsip adalah setiap permainan tujuannya adalah kemenangan.

Waktu dua bulan libur, lanjut Njanka, adalah waktu yang cukup untuk terus memperbaiki performence tim. Njanka, juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Aremania yang terus memberikan dukungan, kritik dan saran yang dilontarkan, menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki diri.

Pelajaran berharga tadi, juga diharapkan bisa dipahami juga oleh Aremania, namun bukan berarti menyurutkan dukungannya, justru sebaliknya tiada henti untuk memberikan dukungan untuk memacu motivasi pemain.


Terimakasih
Read more..

Sabtu, 30 Oktober 2010

Aremania Galang Dana untuk Merapi

Sabtu, 30 Oktober 2010 21:26:39 WIB
Reporter : Yatimul Ainun

Malang (beritajatim.com) – Penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian kepada para korban bencana akibat meletusnya Gunung Merapi dan Tsunami di Mentawai, tak hanya dilakukan para mahasiswa dan anak pelajar mulai tingkat SD hingga SMA. Penggalangan juga dilakukan Aremania di Malang Raya.

Penggalan dana untuk korban bencana itu dilakukan Aremania Malang Raya dimulai sejak Kamis 28 Oktober 2010 dan akan berakhir 6 November 2010 nanti. Penggalangan dana itu dilakukan Aremania di simpang empat Dinoyo Kota Malang.

Kepada beritajatim.com, Sabtu (30/10/2010) Humas Aremania se Malang Raya Farki Idia Putra dana tersebut akan dikirimkan ke korban bencana gunung Merapi. ”Namun, rencananya akan disalurkan bukan dalam bentuk uang. Tetapi dalam bentu barang saja. Akan dibelikan baju dan kelengkapan lainnya yang dibutuhkan korban bencana di Merapi,” katanya.

Ditanya soal apakah akan mengirimkan relawan ke Merapi? Farki mengaku masih akan berkoordinasi dengan beberapa Koorwil Aremania diberbagai daerah di Malang Raya. ”Kami belum bisa menentukan soal pengiriman relawan itu,” katanya.

Sementara itu, menurut Koorwil Tongan, Slamet Syamsul Karim, saat dihubungi via telepon mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penggalangan dana untuk korban Merapi dan Mentawai. ”Kami akan menggalang saat laga Arema melawan Semen Padang nanti,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah siap menurunkan 15 Aremania yang siap menggalang dana di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang saat tim kesayangannya menjamu Semen Padang Minggu (31/10/2010) nanti. ”Kalau saat Arema laga, pasti banyak yang menyumbang,” akunya.

Selain itu, ditanya soal apakah akan mengirimkan relawan ke Merapi atau Mentawai, Slamet mengaku juga masih akan melakukan koordinasi dengan Koorwil Aremania yang lainnya. ”Mungkin saat Arema laga dengan Semen Padang itu akan dimusyawarahkan dengan Korrwil lainnya,” katanya. [ain/but]


Terimakasih
Read more..

Datanglah Aremania!

Sabtu, 30 Oktober 2010 13:51
MALANG-Mengacu dua laga home Arema sebelumnya saat menjamu Persibo Bojonegoro dan Persijap Jepara, kondisi Stadion Kanjuruhan ternyata tidak penuh. Khususnya di tribun selatan dan utara, terlihat masih lowong.


Kekhawatiran sepinya dua laga home itu terulang di laga Arema menjamu Semen Padang malam ini pun membayangi panpel Arema. Maklum, kondisinya tak jauh beda seperti saat laga home lawan Persibo, yaitu digelar malam, live ANTV.
Untuk itu, Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara sangat berharap Aremania untuk datang berbondong-bondong ke Stadion Kanjuruhan. Pasalnya, selain memberi dukungan untuk kemenangan Arema, itu menjadi salah satu cara menghidupi Arema.
“Ya, kita berharap kepada Aremania supaya lebih tertarik untuk datang ke stadion, karena berdasarkan pendapatan dia dua laga home Arema kemarin ada penurunan daibanding tahun lalu,” ungkap Abriadi.
Penurunan yang dimaksud adalah dibandingkan pendapatan rata-rata laga home Arema musim lalu yaitu Rp 500 juta hingga Rp 600 juta. Sedangkan pada dua laga home Arema kemarin hanya sekitar Rp 350 juta.
“Jadi penurunannya sekitar 20 persen, setelah pada saat pertandingan lawan Persibo, tiket hanya terjual 16 ribu dan saat lawan Persijap terjual 14 ribu lembar. Padahal pada saat lawan Persijap itu, jumlah tiket di loket mencapai 15 ribu lembar,” terang Abriadi.
Atas pertimbangan itu, panpel Arema sangat berharap kedatangan Aremania di setiap laga home Arema. “Karena kedatangan Aremania ini secara langsung telah membantu tim Arema, khususnya dari hasil pendapatan tiket,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasinya, penurunan jumlah penonton saat pertandingan digelar hari Rabu sore lantaran bersamaan dengan jam kerja. Sedangkan untuk pertandingan yang digelar Minggu malam, terpengaruh dengan hujan dan adanya siaran langsung.
“Mudah-mudahan saja, untuk pertandingan besok, Aremania bisa lebih memadati stadion. Selain untuk memberikan dukungan pada tim Arema, juga memberikan pemasukan untuk kelangsungan tim Arema,” harap Abriadi.
Sementara itu, terkait dengan adanya tiket terusan yang digagas panpel Arema, hingga kemarin sore belum ada laporan jumlah yang terjual. Pastinya untuk laga Arema lawan Semen Padang, panpel mencetak 30 ribu lembar tiket ekonomi, 2700 lembar tiket VIP dan 500 lembar tiket VVIP.
“Adanya tiket terusan (untuk dua laga home Arema) ini juga untuk mengantisipasi adanya tiket di jalanan, tapi sampai saat ini belum ada laporan tiket terusan yang sudah terjual,” kata Abriadi mengaku masih belum mendapat konfirmasi perihal rencana kedatangan supporter Semen Padang. (bua/jon)


Terimakasih
Read more..

Features-Content

Recent Posts