Sabtu, 30 Oktober 2010

Aremania Galang Dana untuk Merapi

Sabtu, 30 Oktober 2010 21:26:39 WIB
Reporter : Yatimul Ainun

Malang (beritajatim.com) – Penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian kepada para korban bencana akibat meletusnya Gunung Merapi dan Tsunami di Mentawai, tak hanya dilakukan para mahasiswa dan anak pelajar mulai tingkat SD hingga SMA. Penggalangan juga dilakukan Aremania di Malang Raya.

Penggalan dana untuk korban bencana itu dilakukan Aremania Malang Raya dimulai sejak Kamis 28 Oktober 2010 dan akan berakhir 6 November 2010 nanti. Penggalangan dana itu dilakukan Aremania di simpang empat Dinoyo Kota Malang.

Kepada beritajatim.com, Sabtu (30/10/2010) Humas Aremania se Malang Raya Farki Idia Putra dana tersebut akan dikirimkan ke korban bencana gunung Merapi. ”Namun, rencananya akan disalurkan bukan dalam bentuk uang. Tetapi dalam bentu barang saja. Akan dibelikan baju dan kelengkapan lainnya yang dibutuhkan korban bencana di Merapi,” katanya.

Ditanya soal apakah akan mengirimkan relawan ke Merapi? Farki mengaku masih akan berkoordinasi dengan beberapa Koorwil Aremania diberbagai daerah di Malang Raya. ”Kami belum bisa menentukan soal pengiriman relawan itu,” katanya.

Sementara itu, menurut Koorwil Tongan, Slamet Syamsul Karim, saat dihubungi via telepon mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penggalangan dana untuk korban Merapi dan Mentawai. ”Kami akan menggalang saat laga Arema melawan Semen Padang nanti,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah siap menurunkan 15 Aremania yang siap menggalang dana di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang saat tim kesayangannya menjamu Semen Padang Minggu (31/10/2010) nanti. ”Kalau saat Arema laga, pasti banyak yang menyumbang,” akunya.

Selain itu, ditanya soal apakah akan mengirimkan relawan ke Merapi atau Mentawai, Slamet mengaku juga masih akan melakukan koordinasi dengan Koorwil Aremania yang lainnya. ”Mungkin saat Arema laga dengan Semen Padang itu akan dimusyawarahkan dengan Korrwil lainnya,” katanya. [ain/but]


Terimakasih
Read more..

Datanglah Aremania!

Sabtu, 30 Oktober 2010 13:51
MALANG-Mengacu dua laga home Arema sebelumnya saat menjamu Persibo Bojonegoro dan Persijap Jepara, kondisi Stadion Kanjuruhan ternyata tidak penuh. Khususnya di tribun selatan dan utara, terlihat masih lowong.


Kekhawatiran sepinya dua laga home itu terulang di laga Arema menjamu Semen Padang malam ini pun membayangi panpel Arema. Maklum, kondisinya tak jauh beda seperti saat laga home lawan Persibo, yaitu digelar malam, live ANTV.
Untuk itu, Ketua Panpel Arema, Abriadi Muhara sangat berharap Aremania untuk datang berbondong-bondong ke Stadion Kanjuruhan. Pasalnya, selain memberi dukungan untuk kemenangan Arema, itu menjadi salah satu cara menghidupi Arema.
“Ya, kita berharap kepada Aremania supaya lebih tertarik untuk datang ke stadion, karena berdasarkan pendapatan dia dua laga home Arema kemarin ada penurunan daibanding tahun lalu,” ungkap Abriadi.
Penurunan yang dimaksud adalah dibandingkan pendapatan rata-rata laga home Arema musim lalu yaitu Rp 500 juta hingga Rp 600 juta. Sedangkan pada dua laga home Arema kemarin hanya sekitar Rp 350 juta.
“Jadi penurunannya sekitar 20 persen, setelah pada saat pertandingan lawan Persibo, tiket hanya terjual 16 ribu dan saat lawan Persijap terjual 14 ribu lembar. Padahal pada saat lawan Persijap itu, jumlah tiket di loket mencapai 15 ribu lembar,” terang Abriadi.
Atas pertimbangan itu, panpel Arema sangat berharap kedatangan Aremania di setiap laga home Arema. “Karena kedatangan Aremania ini secara langsung telah membantu tim Arema, khususnya dari hasil pendapatan tiket,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasinya, penurunan jumlah penonton saat pertandingan digelar hari Rabu sore lantaran bersamaan dengan jam kerja. Sedangkan untuk pertandingan yang digelar Minggu malam, terpengaruh dengan hujan dan adanya siaran langsung.
“Mudah-mudahan saja, untuk pertandingan besok, Aremania bisa lebih memadati stadion. Selain untuk memberikan dukungan pada tim Arema, juga memberikan pemasukan untuk kelangsungan tim Arema,” harap Abriadi.
Sementara itu, terkait dengan adanya tiket terusan yang digagas panpel Arema, hingga kemarin sore belum ada laporan jumlah yang terjual. Pastinya untuk laga Arema lawan Semen Padang, panpel mencetak 30 ribu lembar tiket ekonomi, 2700 lembar tiket VIP dan 500 lembar tiket VVIP.
“Adanya tiket terusan (untuk dua laga home Arema) ini juga untuk mengantisipasi adanya tiket di jalanan, tapi sampai saat ini belum ada laporan tiket terusan yang sudah terjual,” kata Abriadi mengaku masih belum mendapat konfirmasi perihal rencana kedatangan supporter Semen Padang. (bua/jon)


Terimakasih
Read more..

Rabu, 27 Oktober 2010

Pita Hitam Untuk Bencana Indonesia

SIDOARJO-Ada pemandangan berbeda pada pertandingan Deltras menghadapi Arema, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin sore. Sebelum pertandingan, kedua tim melakukan doa bersama untuk terjadinya bencana alam di Indonesia.
Yaitu bencana gunung merapi meletus dan gempa bumi yang disertai sunami di Mentawai. Kebetulan dua bencana ala mini terjadi, sehari sebelum pertandingan lanjutan Indonesia Super League 2010/2011 ini.
Tak hanya berdoa bersama, pemain juga mengenakan pita hitam tanda ikut berduka. Sayangnya, hanya pemain-pemain Arema yang mengenakan pita hitam, melingkar di lengan Pierre Njanka dkk.
“Ya, mengenakan pita hitam ini memang idenya tim Arema, karena kita ikut turut berduka cita atas musibah bencana alam yang terjadi di Indonesia, kemarin,” ungkap asisten pelatih Arema, Joko Susilo usai pertandingan. (bua/jon)

Terimakasih
Read more..

‘Yang Penting Kebersamaan’

SIDOARJO-Begitu mendapat kepercayaan dari manajemen Arema, manajer komersial Arema, Sri Handayani langsung menjalankan tugasnya. Menurut pengakuan pengusaha asal Malang ini, tugas utamanya adalah mencari sponsor sebanyak-banyaknya.
“Ya, saya sudah mulai kerja, saya mohon dukungannya,” ungkap Sri Handayani ditemui di The Sun Hotel, tempat tim Arema menginap selama di Sidoarjo.
Kebetulan wanita yang akrab disapa Mbak Sri ini ikut mendampingi Arema lawan Deltras. Tidak hanya saat dijamu Deltras, Sri Handayani juga ikut hadir saat Arema menahan Persela imbang 0-0, Minggu (24/10) lalu. Kehadirannya membantu tim Arema, khususnya menyangkut kepulangan Pierre Njanka dkk ke Malang.
“Tugas saya mencari sponsor sebanyak-banyaknya,” sebut Sri tidak mau membocorkan sponsor-sponsor baru yang tengah dibidik Arema.
“Dilihat saja nanti, yang penting buktinya, dan yang jelas sudah banyak yang mau masuk,” lanjutnya.
Perihal awal masuknya gabung Arema, Sri tidak mau bercerita banyak. “Pastinya aku cinta Arema, untuk yang lain-lain tanya Mas Darmaji sebagai manajer officer Arema,” katanya mengaku masih tetap memantau perusahaannya di Kalimantan.
Menurut pengakuannya bekerja di Arema itu yang penting adalah kebersamaan, kekompakan dan saling mendukung satu sama lain. Sedangkan terkait dengan sponsor, diakuinya, pihak Arema yang harus melakukan pendekatan.
“Nomer satu yang penting adalah kebersamaan untuk eksistensi Arema, dan Arema tidak sampai kekurangan finansial. Untuk itu kita harus cari sponsor, karena kita yang butuh sponsor, jangan kita menunggu sponsor datang,” demikian prinsipnya dalam mencari sponsor untuk Arema. (bua/jon)

Terimakasih
Read more..

Penalti, ‘Rampok’ Arema

Rabu, 27 Oktober 2010 14:44
SIDOARJO - Arema kembali harus puas dengan memetik satu poin, setelah berhasil menahan tuan rumah Deltras Sidoarjo imbang 1-1 (1-1) pada pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010-2011 di Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin sore.
Gol tunggal Arema yang sempat membuat tim berjuluk Singo Edan ini dicetak Pierre Njanka menit 15 melalui tandukannya. Sedangkan gol balasan Deltras dicetak Cristiano Lopez menit 34 lewat eksekusi tendangan penalti. Itu berarti untuk keduakalinya berturut-turut Deltras mampu mempertahankan rekor tak terkalahkan karena dibantu wasit. Sebelumnya, saat menjamu Persema, Minggu (24/10) lalu, Deltras juga bisa menang setelah dapat penalti, setelah kedudukan imbang 1-1.
Secara umum, pertandingan berjalan cukup imbang, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Bahkan tanpa adanya hadiah penalti itu, Arema yang mendapat dukungan penuh dari ribuan Aremania berpeluang untuk bawa pulang tiga poin.
‘’Ya, harusnya kita bisa menang, jika kita bisa main lebih sabar dan lebih menjalankan bola dengan baik, saya tidak tahu kenapa berhenti,’’ komentar pelatih Arema, Miroslav Janu yang mengaku tidak tahu keabsahan hadiah penalti untuk Deltras.
Terjadinya penalti itu sendiri bermula dari duel bola atas antara bek Arema, Leo Tupamahu dengan striker Deltras, Lopez. Setelah kalah duel bola atas, wasit asal Jogjakarta Amando Pribadi menganggap Leo melakukan dorongan di kotak penalti.
Pemain Arema sempat melakukan prtotes keras, lantaran sebelumnya pemain Deltras melakukan pelanggaran lebih keras dari namun tak dianggap pelanggaran. Namun wasit tetap pada keputusanya, dan Lopez menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Sebelum gol balasan ini tercipta, Arema lebih dulu mengambil inisiatif serangan melalui sayap kiri. Menit 11, sebuah bola crossing dari Fakhrudin di sektor kanan pertahanan Deltras, gagal dimaksimalkan lewat tandukan Ridhuan.
Namun menit 15, sundulan Njanka berhasil merobek jala gawang Deltras yang dikawal Yanuar. Kapten tim Arema ini meneruskan bola hasil tendangan bebas Esteban Gullien dari rusuk kiri pertahanan Deltras, setelah sebelumnya Noh Alamshah dilanggar Khoirul Mashuda.
Setelah ketinggalan satu gol, pemain Deltras berusaha meningkatkan tempo permainan. Beberapa peluang dari tendangan keras Marcio Souza cukup membahayakan gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga Hermansyah.
Seperti menit 16, tendangan Souza masih melenceng, disusul menit 25 juga masih belum menemui sasarannya. Sedangkan menit 26, tendangan keras kaki kanan striker Deltras asal Brazil masih berhasil diblok Meiga dan menghasilkan sepak pojok.
Hingga akhirnya gol balasan lewat eksekusi tendangan penalti Lopez itu tercipta. Tak hanya pemain yang protes, Aremania yang memenuhi tribun selatan stadion Gelora Delta melakukan protes dengan menyebut; ‘’wasite suap!’’
Babak pertama ditutup satu peluang dari Souza yang untuk kesekian kalinya, maish melenceng. Kedudukan imbang 1-1 ini bertahan hingga babak pertama usai. Dilanjutkan babak kedua, pertandingan berjalan dengan tempo sedang.
Satu peluang bagus dimiliki Arema pada menit 53, saat Along tinggal berhadapan dengan kiper Deltras, Yanuar. Menerima umpan dari Esteban, tendangan Along masih bisa diblok Yanuar, dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Arema terus berusaha meningkatkan serangan, dengan memasukkan Yongki untuk menggantikan Esteban pada menit 62. Begitupun Fakhrudin di sayap kiri juga ditarik keluar dan digantikan dendi Santoso menit 69.
Namun solidnya pertahanan Deltras, belum bisa ditembus barisan penyerang Arema. Sedangkan tim asuhan Mustaqim itu maish saja mengandalkan serangan dari Souza, termasuk memanfaatkan peluang-peluang dari tendangan bebasnya.
Salah satunya menit 71, saat Yongki melakukan pelanggaran di luar kotak penalti sebalah kanan. Beruntung Meiga masih berada dalam posisi yang tepat, untuk menyergap bola hasil tendangan bebas Souza tersebut.
Begitu juga menit 82, sebuah peluang bagus dimiliki Souza lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, masih bisa diblok Meiga, sehingga kembali menghasilkan tendangan sudut yang kesekian kalinya untuk Deltras.
Tak mau terus-terusan ditekan, ganti Arema yang terus mendapat dukungan Aremania balas menyerang. Sehingga menit 86, peluang bagus dimiliki Ridhuan saat lepas dari jebakan offside masih bisa diblok Yanuar yang harus keluar dari sarangnya.
Bola sempat nyangkut di kaki Along, namun Yanuar yang sudah tidak digawangnya terpaksa melakukan pelanggaran pada striker Arema asal Singapura itu. Berikutnya, giliran Deltras yang juga ingin menang, kembali menekan pertahanan Arema.
Menit 88 satu peluang emas dimiliki Lopez saat menerima umpan lambung dari Fery Aman Saragih yang berhasil melewati beberapa pemain Arema. Beruntung, tandukan Lopez yang sudah takk terkawal itu masih melenceng di sebelah kanan gawang Arema.
Peluang terakhir Deltras dimiliki saat pertandingan memasuki injury time, yaitu menit 92, bola mental dari hasil tendangan Souza yang masih bisa diblok oleh Meiga, gagal dimaksimalkan oleh Lopez yang sudah berdiri bebas.
‘’Kita datang mau menang dan dapat tiga poin, kita 15 menit pertama main bagus, dan bisa cetak gol. Tapi setelah itu, kita bermain defensif, dan Deltras bisa menyamakan skor dari penalti,’’ sebut Miro saat jumpa pers.
‘’Saya tidak tahu terjadinya penalti itu, karena posisinya jauh, saya tidak mau spekulasi soal penalti itu. Babak kedua kita main lebih bagus, karena mau menang. Tapi dapat satu poin di luar kandang itu sudah cukup bagus,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini. (bua)




Terimakasih
Read more..

Pengaruh Tanpa Roman

Rabu, 27 Oktober 2010 15:10
SIDOARJO-Setelah laga sebelumnya lawan Persela Lamongan tak bisa menurunkan Noh Alam Shah, Arema kembali tak bisa menurunkan satu pemain asingnya saat dijamu Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin sore. Chmelo Roman, gelandang Arema asal Slovakia ini harus absen karena cedera yang dialaminya saat lawan Persela. Untuk itu, Roman pun sengaja ‘disimpan’ untuk laga home Arema menghadapi Semen Padang, di Stadion Kanjuruhan, Minggu (31/10) mendatang. Akibatnya, dalam dua laga away Jatim itu, Singo Edan hanya bisa meraup dua poin dari dua hasil imbang. Yakni 0-0 lawan Persela dan 1-1 lawan Deltras.
“Saya tidak bisa main, karena saya tidak bisa lari. Saya harap nanti untuk laga kandang kondisi saya bisa lebih baik. Dokter harus ada terapi untuk cedera saya ini,” ungkap Roman sesaat sebelum pertandingan kemarin sore.
Pemain yang mengalami cedera otot di bagian pangkal paha kirinya ini pun tidak masuk dalam daftar susunan pemain Arema. Selain Roman, pemain lainnya yang tak diturunkan pada laga kemarin adalah Waluyo.
Stoper Arema ini absen karena sehari sebelumnya sakit mata. Meski kondisinya sudah membaik, namun pelatih Arema, Miroslav Janu tidak mau ambil resiko dengan menurunkan Waluyo, sekalipun sebagai pemain cadangan.
Praktis, dengan absennya Roman di pertandingan kemarin sore, Arema dua kali laga home tak pernah tampil full team. Miro pun merasakan pengaruh tanpa kehadiran Roman, determinasi serangan Arema menjadi berkurang.
“Ya, ada pengaruh dengan absennya Roman, karena tentunya beda kualitas pemain yang diturunkan, Roman punya pasing-pasing bagus, tapi mau bagaimana, dia tidak main karena cedera,” sebut Miro usai pertandingan, kemarin sore. (bua/jon)


Terimakasih
Read more..

Persipura Menang, Arema Tertahan

Persipura Jayapura berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Persibo Bojonegoro, Rabu (27/10). Sedangkan Arema Indonesia ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Deltras Sidoarjo.

Sepanjang pertandingan Persipura yang tampil gencar menyerang beberapa kali menciptakan peluang. Tapi, upaya para pemain Persipura kerap menemui kegagalan.

Namun, Persipura tak putus asa. Lewat serangan tidak henti, Persipura akhirnya berhasil memastikan kemenangan tipis tepat pada menit akhir pertandingan.

Adalah striker Boaz Solossa yang sukses melesakkan tendangan ke gawang Persibo pada menit ke-89. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Sementara itu pada pertandingan Indonesia Super League (ISL) lainnya, Arema bermain imbang 1-1 dengan Deltras. Arema berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-15 lewat gol yang dicetak Pierre Njanka.

Namun keunggulan Arema tidak bertahan lama. Deltras mampu menyamakan kedudukan lewat gol yang dicetak Cristiano Lopez lewat tendangan penalti.

Pada injury time babak kedua, kiper Arema, Kurnia Meiga berhasil menggagalkan dua peluang pemain Deltras. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap 1-1.

Hasil imbang 1-1 membuat Arema menjadikan tim pertama yang mencuri poin di kandang Deltras musim ini. (Adek)

Terimakasih
Read more..

Features-Content

Recent Posts