Senin, 11 Oktober 2010

Tim Nasional Uruguay Jalan² di Mall

Diantara kekalahan Bustomi cs atas Uruguay tempo hari, ada satu hal menarik...sebenarnya Indonesia mengalami kemenangan, selain mencetak Gol di lapangan...Indonesia mencetak satu lagi Gol di luar lapangan. Ditengah hiruk pikuk makian kepada Timnas Indonesia, sebenarnya kemenangan lain kita raih, apa itu...? kemenangan kepercayaan. Setelah remuk redamnya kepercayaan Internasional atas jaminan keamanan & kenyamanan pasca Batalnya kedatangan MU ke Jakarta beberapa waktu lalu.
Chelsea,Arsenal dan klub2 Eropa lain nya telah datang ke negara2 Tetangga (Malay,Hongkong dll ) sangat ironis Indonesia terlewatkan, padahal potensi sepakbolanya lebih besar dari negara tetangga2.
Respect tinggi ayas sematkan bagi penggagas,lobying,sponsorship kedatangan Timnas Uruguay di Indonesia.
This is Football....bukan hanya menang-kalah.
Lebih baik kalah tapi bertanding dan bermandi peluh daripada Menang tapi hanya di permainan Playstation & di dalam mimpi & angan2 saja bukan...?

Thanks PSSI atas usaha nya mendatangkan Tim2 Internasional.
Jayalah terus Indonesiaku...

Spoiler for :
Tim Uruguay tampak begitu enjoy & rilexs tanpa ketakutan berada di pusat2 keramaian.


Terimakasih
Read more..

Miroslav Janu: Pemain Cedera Rugikan Arema

12 October 2010

Setelah melakoni dua laga away di Kalimantan, akhir pekan ini Arema Indonesia akan memulai laga kandangnya musim ini dengan menjamu Persibo Bojonegoro di Stadion Kanjuruhan, Minggu (17/10) malam.


Tantang Persibo: Pemain-pemain Arema bakal berburu poin penuh pada laga home perdana menjamu Persibo Bojonegoro. (foto: Adi Kusumajaya)

Meski berstatus tim promosi, Persibo diyakini bakal menjadi lawan tangguh bagi sang juara bertahan Arema, terlebih Laskar Angling Darmo bertekad meraih poin setelah pada pertandingan sebelumnya di Malang kalah 0-1 dari Persema Malang via penalti pada injury time.

Tidak ada yang istimewa dari persiapan Arema menghadapi Persibo. Setelah ditinggal sejumlah pilar yang gabung timnas, Arema juga menghadapi problem cedera pemain menyusul tumbangnya kiper Kurnia Meiga dan bek kanan Zulkifli.

Tidak lengkapnya komposisi skuad Arema membuat pelatih Singo Edan, Miroslav Janu, lebih memilih fokus ke persiapan tim daripada menggelar laga uji coba, meski Arema memiliki persiapan hampir dua minggu sebelum menjamu Persibo.

“Kondisi pemain sudah bagus. Jadi kita hanya akan memberikan latihan game saja untuk mengganti ujicoba. Kalau ada pemain cedera, kita bisa rugi,” kata Miro.

Tim pelatih dan dokter tim Arema terus memantau kondisi Meiga dan Zulkifli, apakah bisa diturunkan lawan Persibo atau tidak, serta berharap empat pemain yang saat ini masih di timnas bisa fit saat kembali ke Malang dan siap dimainkan hari Minggu nanti.

Angka penuh menjadi target Arema pada dua home menghadapi Persibo dan dilanjutkan Persijap Jepara. “Tidak ada alasan untuk tidak memenangkan pertandingan. Tim sudah membuktikan mampu di luar kandang. Jadi hasilnya harus lebih baik di kandang nanti. Saya tidak ragu tim ini mampu,” jelas Miro. (onn/ale)

Berikutnya Maladewa
12 October 2010

Jumlah pemain Arema yang gabung timnas Indonesia menyusut dari enam tinggal empat pemain. Dua pemain telah meninggalkan timnas karena cedera dan sakit, yakni kiper Kurnia Meiga dan bek kanan Zulkifli.


Markus dkk saat dipermak tujuh gol oleh Uruguay di Jakarta. (foto: Daylife)

Kecuali Kurnia Meiga dan Zulkifli, tiga pemain Arema lainnya melakukan debutnya berkostum timnas saat lawan semifinalis Piala Dunia 2010, Uruguay, yakni Beny Wahyudi, Ahmad Bustomi, dan Yongki Aribowo. Sedangkan Irfan Raditya belum dimainkan oleh pelatih timnas, Alfred Riedl.

Beny yang oleh Riedl dimainkan sebagai bek kanan itu mengaku bangga bisa melakukan debutnya bersama timnas Merah Putih menghadapi pemain-pemain kelas dunia.

“Meskipun kalah tapi bangga bisa berada satu lapangan dengan pemain-pemain kelas dunia. Terima kasih Uruguay yang sudah mau datang dan main di Indonesia,”

Sedangkan Ahmad Bustomi yang juga tampil full team di lini tengah timnas harus menghadapi gelandang-gelandang kelas dunia milik Los Celeste.

“Manusia berkehendak tapi tetap Tuhan yang menentukan,” aku Bustomi mengacu pada debut full time pertamanya bersama timnas senior tersebut.

Striker Arema, Yongki Aribowo, juga melakoni debutnya di timnas senior saat menggantikan kapten timnas Bambang Pamungkas pada pertengahan babak kedua.

Stopper Irfan Raditya yang masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) belum dimainkan oleh Alfred Riedl, kemungkinan akan dicoba saat timnas menghadapi Maladewa di Bandung, Selasa (12/10).

Dua pemain Arema lainnya sudah meninggalkan timnas. Kiper Kurnia Meiga cedera lutut dan posisinya digantikan I Made Wirawan, sementara Zulkifli juga batal memperkuat timnas pada dua uji coba ini karena sakit. (onn/ale)

Setting Pressing
11 oktober 2010

MALANG - Arema tampaknya tak akan memberi kompromi pada Persibo Bojonegoro di Stadion Kanjuruhan, Minggu (17/10) mendatang. Pada laga kandang pertama di kompetisi Indonesia Super League 2010-2010 itu, Singo Edan siap tampil menyerang.

Seperti halnya pada saat latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi, pelatih Arema, Miroslav Janu menginstruksikan pemainnya untuk melakukan pressing ketat. Khususnya saat kehilangan bola, Pierre Njanka dkk harus berani menekan.

Sebaliknya, saat mendapatkan tekanan, pemain Arema dituntut bermain tenang dan tak sampai kehilangan bola. Demikian simulasi latihan pressing ini dilakukan Miro untuk tiga kelompok pemainnya pada seperempat lapangan.

‘’Ya, hari ini (kemarin, Red.) kita latihan pressing, dengan lapangan kecil. Ada tiga kelompok pemain, harus bisa bermain tenang dan jangan panik. Begitu kehilangan bola, harus ganti melakukan pressing,’’ ungkap Miro usai memimpin latihan, kemarin pagi.

Pelatih asal Republik Ceko ini pun meminta pemainnya aktif bergerak, dengan tempo permainan yang cepat. Maklum, dalam lapangan sempit, tiga kelompok dengan masing-masing enam pemain, harus passing dan control dengan dua kali sentuhan.

‘’Saat kehilangan bola, pemain harus berfikir cepat. Ini untuk latihan pressing dan saat dapat bola, jangan sampai mudah kehilangan bola,’’ sebut Miro yang menggelar latihan mulai pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB.

Tak hanya menerapkan main cepat dengan pressing-pressing ketat, mantan pelatih Slavia Praha ini juga mengasah set piece atau peluang dari bola-bola mati. Seperti peluang dari tendangan sudut dan peluang dari tendangan bebas di luar kotak penalti.

‘’Ya, pagi ini (kemarin, Red.) kita juga latihan set piece, tapi yang terutama adalah latihan pressing,” yakin Miro yang telah mengamati permainan Persibo saat menghadapi Persema di stadion Gajayana, Sabtu (9/10) kemarin.

Pelatih yang pernah menukangi Arema musim kompetisi 2007 lalu ini menjelaskan, tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu berpotensi merepotkan tim Arema di babak kedua, seperti yang dilakukannya saat lawan Persema.

‘’Persibo memiliki pemain yang cepat, dan mereka memiliki serangan balik yang cepat. Persibo bisa cetak gol ke gawang Persema dari serangan balik, tapi Persema beruntung bisa menang,’’ sebut Miro yang mamantau permainan Persibo dari televisi.

Boleh jadi, latihan pressing itu adalah antisipasi Arema untuk menutup permainan Persibo. Khususnya melakukan pressing langsung di daerah pertahanan Persibo, agar tim asuhan Sartono Anwar ini tak bisa mengembangkan permainan.

‘’Untuk antisipasi lihat nanti, semua pertandingan itu berbeda, tapi saya sudah tahu dimana masalahnya, dan dimana harus hati-hati lawan Persibo,’’ pungkas Miro yang dari dua laga away Arema telah berhasil mengemas tiga poin saat menaklukkan Bontang FC 5-0. (bua/avi)

Terimakasih
Read more..

Minggu, 10 Oktober 2010

Menjelang Pertandingan Melawan Persibo

Tiga Asing Yakin Siap
MALANG-Tiga pemain asing yang selama ini menjadi tulang punggung tim Arema, sedikit mengalami masalah dengan kondisi mereka. Esteban Gullien, Pierre Njanka dan Chmelo Roman kondisinya dikhawatirkan belum 100 persen fit jelang lawan Persibo Bojonegoro.
Esteban Gullien, masih dalam proses penyembuhan cedera bahu, Pierre Njanka alami cedera engkel saat latihan, dan Chmelo Roman dapat cedera betis saat internal game Arema di lapangan Abdurrahman Saleh, Sabtu (9/10) kemarin.
Meski demikian, ketiga pemain asing Arema ini meyakinkan siap untuk memperkuat Arema saat menjamu Persibo dalam laga kandang pertama Singo Edan di Stadion Kanjuruhan, Minggu (17/10) yang akan datang.
“Saya optimis, bahwa tanggal 17 nanti, saya bisa main. Mudah-mudahan selama satu minggu kedepan, saya tidak dapat halangan yang berarti,” sebut Esteban perihal kondisinya saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore.
Gelandang Arema asal Uruguay ini tak merinci kepastian kondisinya saat ini. Namun dari latihan terakhir Sabtu kemarin, Esteban masih harus berhati-hati agar tidak mengalami benturan yang keras di bagian bahu kanannya.
Begitupun Njanka yang mengalami cedera engkel kaki kananya, juga masih berhati-hati. “Ya, aku sudah bisa latihan, tapi masih harus hati-hati,” sebut bek Arema asal Kamerun ini menjawab kondisinya saat ini.
Kebetulan Njanka yang engkelnya harus dibebat, hanya bisa tampil 45 menit pertama saat internal game Arema, Sabtu kemarin. Sedangkan untuk lawan Persibo, kapten tim Arema ini memastikan dirinya akan siap 100 persen.
“Iya, saat lawan Persibo nanti saya sudah bisa main 100 persen,” yakin Njanka. Sedangkan untuk Roman, gelandang Arema asal Slovakia ini mengakui ada rasa sakit di bagian betisnya saat tampil di internal game Arema tersebut.
“Kemarin memang terasa sakit, tapi saya harap besok sudah bisa ikut latihan lagi. Saya harap saat lawan Persibo kondisi saya sudah fit 100 persen. Sebenarnya tidak terlalu sakit, tapi kita lihat beberapa hari kedepan, dan saya rasa nanti tidak ada masalah lawan Persibo,” terang Roman.
Selain tiga pemain asing ini, sebenarnya juga ada Juan Revi yang sempat mengalami cedera engkel kaki kirinya saat lawan Persisam lalu. Namun kondisinya sudah membaik dan siap tampil lawan Persibo. “Insya Allah kondisi saya sudah bisa 100 persen fit lawan Persibo,” ucap gelandang Arema ini. (bua)


Persibo Bagus Babak II

MALANG-Kesempatan untuk ‘mematai-matai’ calon lawannya dimaksimalkan pelatih Arema, Miroslav Janu saat Persema menghadapi Persibo Bojonegoro di Stadion Gajayana, Sabtu (9/10) kemarin.
Pada pertandingan yang akhirnya dimenangkan Persema 1-0 lewat hadiah penalti itu, Miro menyaksikan Persibo dari televisi. Sehingga Miro bisa mengamati dan mendapatkan ulangan dari setiap kejadian penting di lapangan.
“Saya lihat babak kedua, Persibo main bagus. Persema, beruntung, ada tiga peluang baru lalu detik terakhir dapat penalty. Untuk babak pertama lebih bagus Persema, tapi babak kedua permainan Persibo bagus,” terang Miro.
Jika melihat karakter permainan Persibo yang tampaknya lebih bermain hati-hati pada babak pertama dan berani tampil terbuka pada babak kedua, maka tim Arema tampaknya harus bisa cetak gol cepat di babak pertama.
“Semua pertandingan itu berbeda, kita tidak bisa bicara soal pertandingan Arema lawan Persibo nanti, lihat nanti saja. Persema kemarin bisa saja cetak gol cepat dari peluang Gaspar, dan pertandingan mungkin berbeda,” sebut Miro.
Menurut pelatih asal Republik Ceko ini, peluang Persema malam itu untuk menang besar terbuka lebar jika peluang Roby Gaspar pada menit pertama itu berbuah gol. Sedikitnya, kata Miro, Persema bisa menang 4-0.
“Ya, hasil pertandingan ini beda, kalau Gaspar bisa cetak gol, dan mungkin Persema bisa menang 4-0. Sedangkan untuk pertandingan Arema nanti, tidak bisa bicara sekarang,” yakin mantan pelatih Slavia Praha ini kepada Malang Post, kemarin sore.
Arema akan menjamu Persibo di Stadion Kanjuruhan Minggu (17/10) mendatang. Laga ini merupakan laga pertama Singo Edan di kandang di musim kompetisi tahun ini. Arema baru mengkoleksi tiga poin hasil kemenangan yang diraih saat menang lawan Bontang FC. Sedangkan Persibo baru meraih satu poin hasil seri yang diraih saat menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Brawijaya, Kediri. (bua/jon)


Laga Perdana, Antisipasi Macet

KEPANJEN-Pihak pengelola Stadion Kanjuruhan Kepanjen siap mendukung panpel Arema menyukseskan laga home perdana, Minggu (17/10) menjamu Persibo Bojonegoro. Untuk itu, UPTD Stadion Kanjuruhan sebagai pengelola stadion mengimbau agar parkir di sekitar lokasi ditata sedemikian rupa.
Supaya nantinya, rombongan tim Arema, tim tamu maupun pendukung pertandingan tak terjebak macet. Hal itu dipaparkan Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Abdul Haris yang mengaku sering jengah dengan lalu lintas di depan stadion. Macetnya lalu lintas seringkali disumbang kendaraan yang parkir sembarangan.
“Nantinya kita minta agar pengelola parkir memikirkan penataan arealnya masing-masing,” tegas Haris.
Menurut dia, parkir yang tertata tak akan menganggu arus lalu lintas di jalan menuju stadion. Bila tak tertata akan menghambat arus lalu lintas sehingga muncul kemacetan. Beberapa kali tim Arema terhambat saat selepas dari areal Yon Zipur.
”Jangan menganggu arus terutama rombongan pemain, pendukung pertandingan seperti pemadam kebakaran hingg keamanan,” imbuhnya.
Haris juga mengimbau agar Aremania hanya parkir di areal yang memiliki karcis resmi. Yang dianggap karcis resmi adalah memiliki tanda porporasi dari Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Kabupaten Malang.
“Karcis dengan porporasi itu artinya menyumbang pajak ke Pemerintah Daerah,” katanya.
Karcis tak resmi, disinyalir juga memunculkan praktik tak terduga seperti pencurian. Mengikuti karcis yang resmi maka akan menimbulkan rasa aman bagi Aremania.
“Pengelolaan karcis berporporasi akan masuk dalam keuangan daerah,” pungkasnya.(ary/jon)


Hadapi Cuaca Buruk

MALANG-Tak hanya persoalan pemain cedera yang menghantui persiapan Arema jelang lawan Persibo Bojonegoro, namun juga pemain sakit. Setidaknya dalam satu minggu ini, sudah ada tiga pemain yang bergiliran harus absen karena sakit gejala flu.
Mulai dari Wahyu Gunawan, Ahmad Kurniawan dan terakhir Hermawan harus istirahat karena sakit demam. Menurut pelatih Arema, Miroslav Janu, itu pengaruh dari cuaca buruk yang melanda kota Malang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini.
Khususnya dengan hadirnya musim hujan, yang membuat kondisi pemain mudah drop, apalagi disaat kondisi fisik digenjot latihan keras. Untuk itu, Miro meminta tim medis Arema melakukan langkah antisipasi untuk kemungkinan pemain lain jatuh sakit.
“Hermawan sakit panas, seperti Gunawan dan AK kemarin juga sakit panas, ini biasa, karena perubahan cuaca. Ini beda kota, setelah dari Bontang, kita ke Malang, dengan transportasi jauh, dan sekarang ada problem cuaca,” sebut Miro.
“Saya sudah bicara dengan dokter, semua pemain harus suntik untuk menjaga kondisi pemain,” sambung pelatih asal Republik Ceko ini tak merinci obat atau antibiotik yang harus harus disuntikkan pada semua pemain Arema.
Kondisi pemain yang jatuh sakit karena influenza ini rupanya cukup mengkhawatirkan Miro. Sehingga jadwal latihan Arema hari ini yang harusnya digelar pagi dan sore, kemungkinan hanya digelar pagi hari saja.
Pasalnya, untuk sore hari kemungkinan pemain Arema yang berlatih di lapangan Abdurrahman Saleh bakal kehujanan. Tentu akan merugikan tim Arema sendiri, jika banyak pemain yang sakit, karena membuat persiapan tim jadi tak maksimal.
Sedangkan untuk kondisi pemain yang sebelumnya mengalami cedera, seperti Juan Revi, Esteban, Njanka dan Roman, Miro tampaknya tidak perlu khawatir. Apalagi setelah libur sehari kemarin, untuk hari ini menurutnya mereka sudah bisa latihan normal.
“Saya pikir besok (hari ini) sudah bagus, ya lihat besok. Untuk persiapan tidak ada masalah, karena mereka terus berlatih. Kalau hanya tidak latihan sehari tidak apa-apa, tapi jadi masalh kalau tidak ada latihan satu minggu atau dua minggu, karena kondisi bisa drop,” yakin Miro. (bua/jon)


Terimakasih
Read more..

Hadapi Persibo, Arema Turunkan Formasi Terbaik


MALANG - Kendati diwarnai rontoknya pemain di jeda kompetisi, Arema FC optimistis bisa menurunkan komposisi terbaik saat kembali ke kompetisi akhir pekan ini. Tim asuhan Miroslav Janu memang dihiasi cedera pemain walau tidak menggelar satu pun pertandingan ujicoba.

Pemain yang terganggu kebugarannya, antara lain Esteban Guillen, Juan Revi, Pierre Njanka, Zulkifli Syukur, serta Roman Chmelo. Dari deretan itu, pemain yang belum bisa diperkirakan adalah Zulkifli yang cedera saat berabung tim nasional.

Sedangkan lainnya diprediksi sudah 100n persen fit di pertandingan menjamu Persibo Bojonegoro dan Persijap nanti. “Berdasar keterangan dokter, cedera pemain tak begitu menkhawatirkan. Mereka diperkirakan sudah pulih sebelum pertandingan minggu nanti,” jelas Miroslav Janu.

Kendati optimistis bakal bisa menurunkan armada terbaik, tapi tetap terselip kekhawatiran berkurangnya kekuatan. Untuk itu Miro tidak mau ambil risiko dan menyuruh pemain yang mengalami cedera untuk beristirahat total dari latihan rutin.

Njanka dan Roman misalnya. Keduanya sempat istirahat dari latihan walau diperkirakan hanya cedera otot. Arema agak kurang beruntung karena deretan yang cedera adalah pemain kunci, sehingga jika ada satu-dua yang absen maka kekuatan tim bakal berkurang.

Yang paling mengkhawatirkan tentu sektor tengah seandainya Juan Revi, Esteban Guillen, serta Roman Chmelo tak kunjung pulih. Ketiganya sudah menjadi andalan Arema di laga-laga sebelumnya, bahkan sejak musim lalu.

“Walau cedera sedikit saja, pemain harus istirahat. Saya tak mau ambil risiko. Lebih baik mereka tidak latihan dulu,” tambah Miro. Dirinya tidak ingin tim yang tengah on fire dengan menenggelamkan Bontang FC 5-0 harus mengalami perombakan dan mencari bentuk permainan lagi.

Sementara, dalam pekan ini Miro lebih mengutamakan ujicoba internal antara pemain reserve (cadangan) dengan tim utama. Selain itu juga diberikan porsi finishing. (msy)



Terimakasih
Read more..

Data Fakta Arema vs Persibo 2010

Indonesia Super League


VS
Stadion Kanjuruhan Malang
17.10.2010 19:00 Live ANTV


Data Fakta Arema vs Persibo 2010

1. 4 dari 5 partai Samsul Arif vs Arema, dia mencetak 4 gol. 2 Gol ketika masih memakai kostum Persibo. dan 2 Gol ketika memakai kostum Persela. Dan hingga pekan ketiga Samsul Arif menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol untuk Persibo.



2. Pertemuan terakhir Arema vs Persibo dilakukan ketika Arema bertandang ke Stadion Wilis Madiun (26 Nov 2008). Ketika itu Arema kalah 3-1. Sebelumnya di Piala Indonesia leg 1 (22 Nov 2008) Arema menang di Kanjuruhan dengan skor 2-1, salah satu pemain masih aktif di Arema sekarang yang mencetak gol adalah Zulkifli Syukur



3. Arema dan Persibo sama-sama disponsori oleh Lotto. Pabrikan asal Italia itu menyuplai apparel kedua tim dengan nilai berbeda. Arema yang bertarung di Liga Champion Asia menerima nilai lebih banyak



4. Dari 18 tim ISL, dengan aturan 5 pemain Asing, Persibo sampai saat ini menjadi satu-satunya tim yang pemain asingnya paling sedikit yaitu tiga. Hingga lawan Persema kemarin Persibo masih hanya menggunakan 3 pemain asing saja.

5. Kedatangan terakhir Boromania ke Kanjuruhan terjadi d gelaran Copa Indonesia 2007 lalu, uniknya meski ada slot 1000 suporter. Namun hanya 3 suporter Persibo saja yang memakai atribut yang datang ke Kanjuruhan dan duduk di tribun ekonomi. Uniknya 3 orang itu membawa 3 spanduk Boromania.




6. Hingga pekan ketiga, 6 Gol dari pemain Arema dicetak oleh pemain Asing. dengan 4 diantaranya dicetak oleh orang Singapura.



7. Rata-rata usia skuad Arema adalah 25.91 sedangkan rata-rata skuad Persibo terpaut 3 tahun yaitu 28.14.

8. Tidak ada pemain Arema musim ini yang berasal dari Persibo. Pun juga dengan Persibo tidak ada pemain Arema.

9. Persibo dijuluki Laskar Angling Dharma, mengacu kepada sejarah. Menurut Wikipedia Prabu Anglingdarma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.

10. Ini adalah laga perdana Arema di kandang sendiri. Sejak Arema berdiri dan ikut kompetisi resmi Liga Indonesia, Arema hanya satu kali kalah perdana di kandang, kejadian itu terjadi 27 Juli 2008, dimana Arema kalah dengan Pelita melalui 2 gol Cristiano Lopes.




Terimakasih
Read more..

Jumat, 08 Oktober 2010

Njanka Cedera Engkel

MALANG-Setelah Juan Revi mengalami cedera engkel dan kini masih dalam proses fisioterapy, giliran kapten Arema Piere Njanka mengalami cedera serupa. Cedera tersebut dialami pemain asal kamerun ini saat latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi.
Beruntung cedera engkel kaki kanan Njanka ini terbilang ringan, meski sempat dikompres es usai latihan. Pemain yang pernah tampil di Piala Dunia ini cedera akibat salah tumpuan setelah melakukan tendangan keras saat latihan finishing.
“Njanka cuma cedera ringan di bagian engkel kaki kanannya, dia salah tumpuan saat menendang bola tadi, tapi tidak apa-apa,” terang dokter tim Arema, Albert Rudianto usai latihan kemarin pagi.
Dalam kondisi engkel kanan dikompres es, Njanka pun tidak ikut sesi terakhir latihan, yaitu stretching dan pendinginan. Mantan pemain Persija Jakarta ini tampak berjalan terpincang-pincang meninggalkan lapangan.
“Kita lihat nanti perkembangan kondisinya, tapi sepertinya besok dia tetap bisa ikut latihan Arema,” sebut dr. Albert perihal kemungkinan Njanka harus absen latihan karena cedera yang dialaminya tersebut.
Diharapkan, cedera yang dialami Njanka ini segera sembuh karena dipersiapkan menghadapi home perdana menghadapi Persibo Bojonegoro, Minggu (17/10) mendatang. Padahal, tenaga Njanka sangat dibutuhkan tim Singo Edan.
Dengan cederanya Njanjka, makan semakin banyak pemain tim jawara ISL musim lalu yang mengalami cedera. Sebelumnya, Juan Revi Auriqto dan Zulkifly Syukur. Hanya saja, Zulkifly mengalami cedera saat persiapan uji coba melawan Uruguay yang tanding tadi malam.(bua/jon)


Terimakasih
Read more..

‘Korbankan’ Pemain U-21

MALANG-Untuk menambah jam terbang tim Arema U-21 jelang kompetisi Indonesia Super League B atau kompetisi ISL U-21, manajemen Arema memberangkatkan tim asuhan Supriyadi ini untuk mengikuti turnamen U-21 se Jawa dalam HW Cup di Pekalongan.
Rombongan tim Arema U-21 berkekuatan 18 pemain, berangkat ke Pekalongan, kemarin sore. Dijadwalkan sore ini, Asep dkk akan menghadapi Perijatim U-21 pada pertandingan keempat untuk memperebutkan tiket lolos ke babak empat besar.
Sayangnya, tim Arema U-21 datang tidak dalam komposisi terbaiknya, menyusul sebagian pemain Arema U-21 harus bergabung dengan tim Arema senior. Mereka ditarik gabung latihan tim senior, karena tim asuhan Miroslav Janu ini kehabisan pemain.
“Kita berangkat dengan membawa 18 pemain, dan pemain yang di tim senior tidak bisa dibawa, seperti Sunarto, Gilang, Dico, Aji Saka karena tidak boleh,” ungkap Supriyadi saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore.
“Tapi tidak masalah, karena kita juga akan mencoba lapis kedua. Kalau besok kita menang dari Persijatim, kita lolos ke babak empat besar, mohon doa restunya,” sambung pelatih yang dituntut memberikan prestasi terbaik untuk Arema U-21 ini.
Pada komposisi tim senior Arema, ada tiga nama pemain yang sebenarnya masih bisa tampil di U-21 yaitu Aji Saka, Sunarto dan Al Farizi, namun tiga pemain ini tenaganya juga dibutuhkan tim senior untuk melengkapi posisi pemain saat latihan.
Terlepas tiga pemain tersebut, ada nama Gilang dan Dico, dua pemain Arema U-21 yang beberapa hari terakhir ini diminta ikut latihan tim senior. Resikonya, tim Arema U-21 tidak bisa tampil full team untuk pertandingan sore ini. (bua/jon)




Terimakasih
Read more..

Features-Content

Recent Posts