Minggu, 10 Oktober 2010

Hadapi Persibo, Arema Turunkan Formasi Terbaik


MALANG - Kendati diwarnai rontoknya pemain di jeda kompetisi, Arema FC optimistis bisa menurunkan komposisi terbaik saat kembali ke kompetisi akhir pekan ini. Tim asuhan Miroslav Janu memang dihiasi cedera pemain walau tidak menggelar satu pun pertandingan ujicoba.

Pemain yang terganggu kebugarannya, antara lain Esteban Guillen, Juan Revi, Pierre Njanka, Zulkifli Syukur, serta Roman Chmelo. Dari deretan itu, pemain yang belum bisa diperkirakan adalah Zulkifli yang cedera saat berabung tim nasional.

Sedangkan lainnya diprediksi sudah 100n persen fit di pertandingan menjamu Persibo Bojonegoro dan Persijap nanti. “Berdasar keterangan dokter, cedera pemain tak begitu menkhawatirkan. Mereka diperkirakan sudah pulih sebelum pertandingan minggu nanti,” jelas Miroslav Janu.

Kendati optimistis bakal bisa menurunkan armada terbaik, tapi tetap terselip kekhawatiran berkurangnya kekuatan. Untuk itu Miro tidak mau ambil risiko dan menyuruh pemain yang mengalami cedera untuk beristirahat total dari latihan rutin.

Njanka dan Roman misalnya. Keduanya sempat istirahat dari latihan walau diperkirakan hanya cedera otot. Arema agak kurang beruntung karena deretan yang cedera adalah pemain kunci, sehingga jika ada satu-dua yang absen maka kekuatan tim bakal berkurang.

Yang paling mengkhawatirkan tentu sektor tengah seandainya Juan Revi, Esteban Guillen, serta Roman Chmelo tak kunjung pulih. Ketiganya sudah menjadi andalan Arema di laga-laga sebelumnya, bahkan sejak musim lalu.

“Walau cedera sedikit saja, pemain harus istirahat. Saya tak mau ambil risiko. Lebih baik mereka tidak latihan dulu,” tambah Miro. Dirinya tidak ingin tim yang tengah on fire dengan menenggelamkan Bontang FC 5-0 harus mengalami perombakan dan mencari bentuk permainan lagi.

Sementara, dalam pekan ini Miro lebih mengutamakan ujicoba internal antara pemain reserve (cadangan) dengan tim utama. Selain itu juga diberikan porsi finishing. (msy)



Terimakasih
Read more..

Data Fakta Arema vs Persibo 2010

Indonesia Super League


VS
Stadion Kanjuruhan Malang
17.10.2010 19:00 Live ANTV


Data Fakta Arema vs Persibo 2010

1. 4 dari 5 partai Samsul Arif vs Arema, dia mencetak 4 gol. 2 Gol ketika masih memakai kostum Persibo. dan 2 Gol ketika memakai kostum Persela. Dan hingga pekan ketiga Samsul Arif menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol untuk Persibo.



2. Pertemuan terakhir Arema vs Persibo dilakukan ketika Arema bertandang ke Stadion Wilis Madiun (26 Nov 2008). Ketika itu Arema kalah 3-1. Sebelumnya di Piala Indonesia leg 1 (22 Nov 2008) Arema menang di Kanjuruhan dengan skor 2-1, salah satu pemain masih aktif di Arema sekarang yang mencetak gol adalah Zulkifli Syukur



3. Arema dan Persibo sama-sama disponsori oleh Lotto. Pabrikan asal Italia itu menyuplai apparel kedua tim dengan nilai berbeda. Arema yang bertarung di Liga Champion Asia menerima nilai lebih banyak



4. Dari 18 tim ISL, dengan aturan 5 pemain Asing, Persibo sampai saat ini menjadi satu-satunya tim yang pemain asingnya paling sedikit yaitu tiga. Hingga lawan Persema kemarin Persibo masih hanya menggunakan 3 pemain asing saja.

5. Kedatangan terakhir Boromania ke Kanjuruhan terjadi d gelaran Copa Indonesia 2007 lalu, uniknya meski ada slot 1000 suporter. Namun hanya 3 suporter Persibo saja yang memakai atribut yang datang ke Kanjuruhan dan duduk di tribun ekonomi. Uniknya 3 orang itu membawa 3 spanduk Boromania.




6. Hingga pekan ketiga, 6 Gol dari pemain Arema dicetak oleh pemain Asing. dengan 4 diantaranya dicetak oleh orang Singapura.



7. Rata-rata usia skuad Arema adalah 25.91 sedangkan rata-rata skuad Persibo terpaut 3 tahun yaitu 28.14.

8. Tidak ada pemain Arema musim ini yang berasal dari Persibo. Pun juga dengan Persibo tidak ada pemain Arema.

9. Persibo dijuluki Laskar Angling Dharma, mengacu kepada sejarah. Menurut Wikipedia Prabu Anglingdarma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.

10. Ini adalah laga perdana Arema di kandang sendiri. Sejak Arema berdiri dan ikut kompetisi resmi Liga Indonesia, Arema hanya satu kali kalah perdana di kandang, kejadian itu terjadi 27 Juli 2008, dimana Arema kalah dengan Pelita melalui 2 gol Cristiano Lopes.




Terimakasih
Read more..

Jumat, 08 Oktober 2010

Njanka Cedera Engkel

MALANG-Setelah Juan Revi mengalami cedera engkel dan kini masih dalam proses fisioterapy, giliran kapten Arema Piere Njanka mengalami cedera serupa. Cedera tersebut dialami pemain asal kamerun ini saat latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin pagi.
Beruntung cedera engkel kaki kanan Njanka ini terbilang ringan, meski sempat dikompres es usai latihan. Pemain yang pernah tampil di Piala Dunia ini cedera akibat salah tumpuan setelah melakukan tendangan keras saat latihan finishing.
“Njanka cuma cedera ringan di bagian engkel kaki kanannya, dia salah tumpuan saat menendang bola tadi, tapi tidak apa-apa,” terang dokter tim Arema, Albert Rudianto usai latihan kemarin pagi.
Dalam kondisi engkel kanan dikompres es, Njanka pun tidak ikut sesi terakhir latihan, yaitu stretching dan pendinginan. Mantan pemain Persija Jakarta ini tampak berjalan terpincang-pincang meninggalkan lapangan.
“Kita lihat nanti perkembangan kondisinya, tapi sepertinya besok dia tetap bisa ikut latihan Arema,” sebut dr. Albert perihal kemungkinan Njanka harus absen latihan karena cedera yang dialaminya tersebut.
Diharapkan, cedera yang dialami Njanka ini segera sembuh karena dipersiapkan menghadapi home perdana menghadapi Persibo Bojonegoro, Minggu (17/10) mendatang. Padahal, tenaga Njanka sangat dibutuhkan tim Singo Edan.
Dengan cederanya Njanjka, makan semakin banyak pemain tim jawara ISL musim lalu yang mengalami cedera. Sebelumnya, Juan Revi Auriqto dan Zulkifly Syukur. Hanya saja, Zulkifly mengalami cedera saat persiapan uji coba melawan Uruguay yang tanding tadi malam.(bua/jon)


Terimakasih
Read more..

‘Korbankan’ Pemain U-21

MALANG-Untuk menambah jam terbang tim Arema U-21 jelang kompetisi Indonesia Super League B atau kompetisi ISL U-21, manajemen Arema memberangkatkan tim asuhan Supriyadi ini untuk mengikuti turnamen U-21 se Jawa dalam HW Cup di Pekalongan.
Rombongan tim Arema U-21 berkekuatan 18 pemain, berangkat ke Pekalongan, kemarin sore. Dijadwalkan sore ini, Asep dkk akan menghadapi Perijatim U-21 pada pertandingan keempat untuk memperebutkan tiket lolos ke babak empat besar.
Sayangnya, tim Arema U-21 datang tidak dalam komposisi terbaiknya, menyusul sebagian pemain Arema U-21 harus bergabung dengan tim Arema senior. Mereka ditarik gabung latihan tim senior, karena tim asuhan Miroslav Janu ini kehabisan pemain.
“Kita berangkat dengan membawa 18 pemain, dan pemain yang di tim senior tidak bisa dibawa, seperti Sunarto, Gilang, Dico, Aji Saka karena tidak boleh,” ungkap Supriyadi saat dikonfirmasi Malang Post, kemarin sore.
“Tapi tidak masalah, karena kita juga akan mencoba lapis kedua. Kalau besok kita menang dari Persijatim, kita lolos ke babak empat besar, mohon doa restunya,” sambung pelatih yang dituntut memberikan prestasi terbaik untuk Arema U-21 ini.
Pada komposisi tim senior Arema, ada tiga nama pemain yang sebenarnya masih bisa tampil di U-21 yaitu Aji Saka, Sunarto dan Al Farizi, namun tiga pemain ini tenaganya juga dibutuhkan tim senior untuk melengkapi posisi pemain saat latihan.
Terlepas tiga pemain tersebut, ada nama Gilang dan Dico, dua pemain Arema U-21 yang beberapa hari terakhir ini diminta ikut latihan tim senior. Resikonya, tim Arema U-21 tidak bisa tampil full team untuk pertandingan sore ini. (bua/jon)




Terimakasih
Read more..

Arema Lawan Arema

MALANG - Takut pemainnya mengalami cedera serius yang bisa menghambat persiapan Arema menghadapi dua laga home, Managercoach Miroslav Janu sengaja tak menggelar laga ujicoba untuk tim asuhannya dalam jedah kompetisi selama dua pekan ini.
Namun sebagai gantinya, pelatih asal Republik Ceko ini menggelar internal game atau laga ujicoba antar pemain Arema. Dijadwalkan, ujicoba Arema bentrok Arema ini digelar di lapangan Abdurrahman Saleh, pagi ini mulai pukul 09.00 WIB.
‘’Ya, besok kita ada internal game, untuk ujicoba tim Arema. Kita akan bermain seperti pertandingan ujicoba,’’ ungkap Miro usai memimpin latihan tim asuhannya di lapangan Abdurahman Saleh, kemarin pagi.
Ujicoba ini bakal dimanfaatkannya untuk menjaga irama permainan timnya yang memiliki jedah kompetisi selama dua minggu, sejak laga terakhir Arema saat away menghadapi Bontang FC, Sabtu (2/10) lalu.
Sayangnya, Miro mengaku tidak bisa melihat atau mengatur komposisi pemainnya untuk dipersiapkan lawan Persibo Bojonegoro, pada laga home pertama Singo Edan di stadion Kanjuruhan, 17 Oktober mendatang.
‘’Saya tidak bisa lihat komposisi pemain, dimana ada komposisi Arema. Sekarang saya tidak ada enam pemain yang gabung timnas. Kita tidak ada enam pemain, dimana lima pemain itu adalah pemain inti,’’ sebut Miro.
‘’Mau bagaimana lagi, mereka memang harus gabung dengan Timnas. Ini biasa, di Eropa juga seperti itu, misalkan Arsenal, kalau ada ujicoba qualifikasi, mereka bisa kehilangan 20 pemnainnya,’’ sambung mantan pelatih Slavia Praha ini.
Enam pemain Arema yang gabung dengan Timnas Indonesia yaitu Kurnia Meiga, Zulkifli Syukur, Irfan Raditya, Benny wahyudi, Ahmad Bustomi dan Yongki Ariwibowo. Diantara mereka, Meiga, Zulkifli, Benny dan Bustomi tergabung di tim inti Arema.
Wajar jika Miro belum bisa sepenuhnya merancang komposisi pemain yang bakal dipersiapkan lawan Persibo. Kecuali menyiapkan alternatif pemain pengganti untuk mengisi posisi pemain-pemain inti tersebut.
‘’Lihat nanti malam (tadi malam, Red.), mereka (enam pemain Arema di Timnas, Red) main atau tidak saat Timnas Indonesia lawan Timnas Paraguay. Lebih bagus mereka main, karena kalau tidak main, mereka tidak ada ujicoba,’’ terang Miro.
’’Kalau mereka tidak main, mereka hanya sedikit latihan, ini problem. Kalau main tidak apa-apa, tapi kalau tidak main dan hanya duduk di bangku cadangan, selama satu minggu ini, mereka hanya sedikit latihan,’’ lanjutnya.
Sementara itu, dengan menyisakan 21 pemain dari total 27 pemain Arema yang didaftarkan ke PT Liga Indonesia, Miro harus memanggil sedikitnya tiga pemain Arema U-21 untuk gabung dalam internal game, pagi ini.
Untuk komposisi 11 pemain yang diperkirakan sebagai tim inti antaralain Aji Saka, Hermawan, Pierre Njanka, Leonard Tumpamahu, Farizi, Esteban Gullien, Juan Revi, Chmelo Roman, Dendi Santoso, Noh Alamshah dan Ridhuan.
Sedangkan untuk komposisi tim cadangan yaitu Kamarok, Gilang, Dico, Purwaka, Waluyo, Fakhrudin, Tommy Pranata, Roni Firmansyah, Musafri, Sunarto dan Amirudin. Dua pemain yang kemungkinan sebagai cadangan karena baru sembuh dari sakit yaitu Ahmad Kurniawan dan Wahyu Gunawan. (bua/avi)

Hajar Kiper

MALANG-Menyerang adalah pertahananan yang baik. Boleh jadi, filosofi ini mejadi dasar latihan Arema yang fokus pada finishing atau penyelesaian akhir. Maklum, laga Arema berikutnya adalah melakoni dua laga home di Stadion Kanjuruhan. Yakni menghadapi Persibo Bojonegoro (17/10) dan Persijap Jepara (20/10) mendatang.
Pelatih Arema, Miroslav Janu pun mengasah ketajaman pemainnya, baik itu pemain depan, tengah maupun belakang. Mereka mendapat porsi sama untuk latihan finishing dengan shoting-shoting keras dari luar kotak penalti.
Waktu latihan 1,5 jam di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sebagian besar digunakan untuk latihan finishing. Baik melalui umpan-umpan silang, maupun dengan kombinasi umpan satu-dua dari lini tengah yang diakhiri dengan shoting keras.
“Bisa kamu lihat sendiri, tadi kita latihan finishing. Khusus hari ini kita hanya latihan dengan bola. Latihan 1,5 jam untuk teknik bola, kerja dengan bola dan banyak finishing,” terang Miro ditemui usai latihan.
Pada latihan tersebut, Miro membagi pemainnya menjadi dua kelompok dengan memanfaatkan dua gawang untuk maisng-masing latihan finishing. Satu gawang dijaga Aji Saka, gawang yang lain dikawal Kamarok, kiper Arema U-21.
Lantaran tidak ada kipper yang lain, dua penjaga gawang muda inilah yang dihajar Chmelo Roman dkk. Dua kiper Arema lainnya, Kurnia Meiga sedang gabung Timnas Indonesia dan Ahmad Kurniawan absen latihan karena sakit.
Meski berusaha tegar, Aji dan Kamarok dibuat tak berkutik menahan gempuran pemain-pemain lewat tendangan keras mereka. Apalagi dua mantan kiper Aema U-21 ini terus dihajar, tanpa ada kiper pengganti.
“Kalau idealnya memang ada empat kiper untuk latihan seperti ini, tapi pelatih minta maksimal hanya ada tiga kiper untuk setiap latihan Arema, dan kebetulan hari ini hanya ada dua kiper,” ungkap pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto.
“Rencananya besok kita akan tambah satu kiper lagi, tapi kita lihat dulu kondisi AK, mungkin sudah bisa ikut latihan lagi. Kalu tidak, mungkin saya sendiri bisa jadi alternatif kiper ketiga,” sambung pelatih kiper yang akrab disapa Kirun ini.(bua/jon)

Terimakasih
Read more..

Kamis, 07 Oktober 2010

AK-Gunawan Demam

MALANG-Sepulang dari laga away di Kaltim, tim Arema ditinggal enam pemainnya untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Praktis, dari total 27 pemain, tersisa 21 pemain mengikuti program latihan Arema yang dipimpin managercoach, Miroslav Janu.
Kondisi berikutnya, dua pemain Arema yaitu Ahmad Kurniawan dan Wahyu Gunawan absen latihan di lapangan Abdurrahman Saleh, kemarin sore. Sehingga komposisi pemain Arema harusnya tersisa 19 pemain.
Untuk itu, Miro memanggil tiga pemain dari tim Arema U-21 yaitu Asep, Gilang dan Dico untuk gabung latihan. Bahkan tiga pemain U-21 ini dipaksa tetap bertahan di tim senior, meskipun Arema U-21 rencananya akan mengikuti sebuah turnamen.“Ya, hari ini dua pemain absen karena sakit, AK dan Gunawan, lebih bagusnya tanya dokter saja,” ungkap Miro juga ‘memaksa’ dua pemain yang sebenarnya belum pulih dari cedera, Esteban dan Revi tampil dalam kontrol game, kemarin sore.
Sementara itu, menurut keterangan dokter tim Arema, Albert Rudianto, AK dan Gunawan absen latihan karena demam atau sakit gejala flu. Boleh jadi, dua pemain ini kelelahan setelah sebelumnya digenjot latihan fisik.“AK dan Gunawan demam, ya karena saat ini memang musimnya influenza. Mereka berdua harus istirahat dan sore ini tidak ikut latihan,” terang dr. Albert perihal kondisi AK dan Gunawan yang demam. (bua/nug)


Pantau Pemain Timnas

MALANG-Sebagai penyumbang pemain terbanyak untuk skuad Timnas Indonesia, tim Arema sepertinya layak berbangga. Ada enam pemain Arema kini bergabung dengan Timnas yang akan menggelar laga ujicoba lawan Timnas Uruguay, di Jakarta, malam ini.
Enam pemain Arema di timnas Indonesia yaitu Kurnia Meiga, Zulkifli, Irfan Raditya, Benny Wahyudi, Ahmad Bustomi dan Yongki Ariwibowo. Mereka cukup berpeluang untuk diturunkan lawan Timnas Uruguay, setidaknya sebagai pemain cadangan. "Kalau secara pribadi saya sudah siap untuk tampil lawan Uruguay, tapi saya belum tahu apa masuk starting line up atau tidak, karena masih belum di umumkan," ungkap Benny Wahyudi, bek kiri Arema perihal peluangnya untuk tampil menghadapi Timnas Uruguay.
"Saya belum tahu, besok masuk starting line up atau tidak, tapi sepertinya sebagai pemain cadangan dan semoga saja dikasih kesempatan main lawan Timnas Uruguay," kata Yongki kepada Malang Post, kemarin sore.
Dari enam pemain Arema, sepertinya hanya Zulkifli yang kondisinya tidak fit karena sakit, usai membela Arema pada dua laga away di Kalimantan. Bek kanan Arema itu pun mengaku, peluangnya untuk memperkuat Timnas pun kecil, dan berencana untuk pulang Sabtu (9/10) besok.
"Aku batal tampil lawan Uruguay karena aku sakit, setelah dari Bontang sampai sekarang aku masih belum sembuh, jadi kemungkinan sabtu besok saya akan pulang ke Malang," terang Zulkifli perihal kondisi kesehatannya.
Lain Zulkifli, lain lagi dengan Bustomi yang mengaku siap tampil lawan Timnas Urugauy. "Kondisi insyaAllah sudah siap tempur, mohon doa restunya," sebut gelandang Arema ini berpeluang untuk masuk starting line Timnas Indonesia.
Sementara itu, pelatih Arema, Miroslav Janu mengaku akan terus memantau perkembangan pemainnya yang gabung timnas. Pasalnya, pelatih asal Republik Ceko ini mengaku ingin mengetahui pasti, kondisi performa pemainnya sebelum kembali gabung Arema nanti. "Saya sudah kontak pemain Arema yang gabung Timnas. Saya akan tetap memantau kondisi mereka," ungkap Miro yang bisa melihat penampilan pemainnya melalui siaran langsung televisi, malam ini.(bua/nug)

Curi Kemenangan

MALANG – Tim tamu, Persibo Bojonegoro siap mencuri kemenangan saat bertandang ke Stadion Gajayana. Tepat, saat tim berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut menantang tuan rumah Persema Malang, Sabtu (9/10) besok malam. Iswandi Dai dkk bakal menjadikan raihan angka maksimal itu sebagai poin pengganti usai gagal mengamankan enam angka di dua laga kandang.
Semalam, tim juara kompetisi Divisi Utama musim lalu ini sudah sampai di Malang. Sartono menyertakan amunisi sebanyak 20 pemain dari total 26 pemain yang dimilikinya musim ini. Menghadapi Persema, Tim asuhan Sartono Anwar dipastikan kehilangan gelandang Jajang Paliama lantaran terakumulasi kartu kuning. Dua koleksi itu didapat saat timnya tumbang 0-1 dari PSM Makassar dan imbang 1-1 Persijap Jepara.
‘’Harapannya seperti itu (menang, Red). Kita ingin menang saat lawan Persema. Saya pikir, peluang itu ada. Kita harus berjuang lebih keras lagi, karena saat ini bermain di kandang lawan. Kita kehilangan Jajang Paliama, tapi kita sudah siapkan penggantinya untuk memperkuat di tengah,” terang Sartono Anwar, pelatih Persibo Bojonegoro kepada Malang Post, sore kemarin.
Mantan pelatih PSIS Semarang ini mengatakan, Persema adalah tim kuat yang dihuni banyak pemain berkualitas. Karena itu, Persibo datang ke Malang dengan coba mempersiapkan kekuatan sedasyat mungkin. Tim melakukan pembenahan di segala lini pasca menuai hasil buruk di dua laga kandangnya. Mulai dari memperkokoh pertahanan yang biasa digalang Carlos Eduardo Bizarro, hingga mengasah finishing touch lini depannya yang dihuni Syamsul Arif dkk.
Sartono memandang, Persema sendiri tentunya akan tampil maksimal ketika bermain di kandang. Terlebih, tuan rumah sendiri baru saja menelan hasil buruk di dua pertandingan tandangnya, menyusul kekalahan 1-2 dari Bontang FC dan 2-3 dari Persisam Samarinda. Ayah kandung bek tengah Persib Bandung, Nova Arianto tersebut yakin, Persema juga sudah melakukan pembenahan tim.
‘’Kita gagal meraih kemenangan saat lawan Persiba dan PSM, lebih disebabkan karena kurang konsentrasi saat menggalang pertahanan. Selain itu, kita juga kurang tenang ketika finishing touch. Karenanya, kita harus bermain lebih baik lagi, saat lawan Persema nanti. Mereka tim kuat,” tambah pelatih selalu ramah ketika bertemu media. (poy/nug)
Read more..

Tunggu Rule of The Game

Tunggu Rule of The Game

Soal Rencana Penjualan Saham PT Arema Indonesia
MALANG -Rencana Yayasan Arema untuk melepas saham PT Arema Indonesia ke publik ternyata masih belum bisa ditanggapi serius. Khususnya oleh Aremania yang masuk dalam bidikan Arema, lantaran ada yang menganggap itu masih sebatas wacana.
Belum jelasnya konsep saham yang bakal dijual oleh pengurus Arema itu, membuat Aremania belum begitu antusias untuk meresponnya. Apalagi sampai saat ini, dari manajemen Arema belum ada tawaran resmi untuk menjualnya sahamnya.
Meski Pembina Yayasan Arema, Andi Darusalam Tabusala sebenarnya telah menegaskan niatnya untuk segera menjual saham Arema. Menurutnya Andi, penjualan saham sebagai salah satu solusi untuk mengatasi krisis finansial yang dihadapi Arema.
‘’Saya positif saja menanggapi rencana Arema untuk menjual saham. Tapi untuk bisa menjualnya ke Aremania itu tidak mudah, apalagi Aremania itu bermacam-macam, dan rencana ini harus jelas, atau hanya jadi wacana,’’ ungkap Hasmi.
‘’Harus ada kejelasan, untung ruginya bagaimana, lalu saham tersebut mau dijual berapa per lembarnya, dan siapa yang bertanggung jawab. Semua harus jelas teknisnya, karena kalau tidak jelas, bisa jadi hanya angin lalu,’’ sambung Aremania korwil Kayutangan ini.
Terlepas pertanyaan-pertanyaan tersebut, Hasmi meyakinan masyarakat Malang sangat ingin membantu Arema agar bisa lebih baik lagi. Namun untuk urusan saham, menurutnya tidak banyak orang yang mengerti seluk-beluknya.
‘’Yang pasti saham itu berbeda dengan memberi urunan atau sumbangan pada Arema, dan ini harus diperjelas semuanya. Tapi sebelum wacana saham ini digulirkan, harusnya manajemen Arema diperjelas lebih dulu,’’ jelasnya.
‘’Selama ini, kita melihat struktur manajemen Arema itu tidak jelas. Seperti urusan gaji pemain itu, siapa yang tanggung jawab. Jadi, kalau manajemennya tidak jelas, wacana saham sepertinya sulit diterima, dan itu bisa jadi omong kosong,’’ lanjut Hasmi.
Pria yang biasa mengenakan topi ini mengaku wacana saham sebenarnya sudah digulirkan sejak dulu, tepatnya sejak Arema dikelola Bentoel. Namun kenyataannya, hingga saat ini keinginan menjual saham itu, hanya rencana setengah hati.
‘’Menurut saya, yang penting jelas semuanya. Apalagi Aremania itu tidak mengerti soal saham, yang dimengerti Aremania itu soal membeli tiket untuk mendukung Arema. Tapi saya yakin, kalau sama-sama menguntungkan, Aremania pasti mau beli saham demi kelancaran Arema,’’ tegas Hasmi.
Senada, Ade ’d’Kross’ Herawanto juga mengaku masih akan melihat program penjualan saham yang akan dilakukan Arema. Menurutnya, sebelum membeli saham Arema, perlu ada kejelasan dari rule of the game atau aturan main dari penjualan saham ini.
‘’Bagus ada rencana Arema untuk menjual saham, itu sebagai partisipasi aktif yang riil dari Aremania, sekaligus sebagai pemberdayaan suporter oleh pengurus. Kerjasama kedua belah pihak ini harus saling menguntungkan,’’ terang Ade, kemarin sore.
Menurut pimpinan grup band d’Kross yang juga Aremania ini, rencana Arema untuk menjual saham sudah harus jelas mekanismenya agar bisa menjadi program yang bisa segera terlaksana. Termasuk hak dan kewajiban dari pihak penjual maupun pembeli juga harus jelas, atau rencana tersebut hanya sebagai wacana belaka.
‘’Kita sebagai Aremania tentu akan mendukung untuk kebaikan semua. Kita akan lihat mekanismenya, termasuk hak dan kewajiban dari masing-masing pihak, supaya tidak disalahgunakan dan tidak sampai ada yang dikecewakan. Jadi harus jelas rule of the game dari rencana penjualan saham Arema ini,’’ yakin Ade.
Sementara itu, ADT yang dikonfirmasi ulang perihal konsep Arema untuk menjual saham, mengaku masih disibukkan dengan urusan penting lainnya. ‘’Tunggu dululah, kita lagi bereskan yang penting-penting,’’ terang pria yang juga Ketua PT Liga Indonesia ini. (bua/avi)


Tak Ada Rencana Tiket Naik


MALANG - Seiring dengan persoalan keuangan yang dialami Arema sejak musim lalu, manajemen tim berjuluk Singo Edan ini menaikkan harga tiket secara bertahap. Awalnya tiket ekonomi Rp 15 ribu, akhirnya naik hingga Rp 25 ribu.
Bagi Aremania, itu tidak menjadi masalah. Pertimbangannya, bisa mendukung keuangan tim Arema yang tak lagi dikelola Bentoel. Lalu untuk musim kompetisi 2010 - 2011 ini, sempat muncul wacana untuk kembali menaikkan harga tiket laga home Arema.
Khususnya dengan kondisi keuangan tim Arema yang tak lagi mendapat dukungan dana dari Bentoel seperti musim lalu Rp 7,5 miliar, kenaikan tiket dianggap bisa menjadi salah satu solusi untuk menambah pemasukan Arema.
Bukan sekedar wacana, kabarnya ide kenaikan tiket itu datang dari salah satu Aremania yang memberi masukan pada manajemen Arema. Pada dasarnya, kenaikan tiket ini diusulkan untuk membantu keuangan Arema yang kembang-kempis.
Apalagi selama ini, pemasukan dari hasil penjualan tiket, menyumbang sekitar 35 persen keuangan Arema. Sementara dari panpel Arema sendiri menyerahkan sepenuhnya kebijakan menaikkan harga tiket, baik ekonomi, VIP dan VVIP kepada manajemen.
‘’Saya ini tahu bagaimana proses Aremania itu terbentuk dari awal, meski saya sendiri tidak terlibat. Dalam suatu waktu Arema dalam kesulitan, dikumpulkannya korwil-korwil Aremania itu untuk ikut membicarakan kesulitan itu, cara-cara seperti bisa saja dilakukan,’’ ungkap Pembina Yayasan Arema, Andi Darussalam Tabusala.
‘’Tapi kalau bisa melakukan pengetatan dalam hal pengeluaran Arema, atau kita dapat potongan pajak tontonan, kita tidak perlu untuk memikirkan kenaikan harga tiket,’’ lanjutnya saat disinggung perihal kemungkinan harga tiket laga home Arema dinaikkan.
Secara umum, rencana kenaikan harga tiket laga home Arema tampaknya tidak masuk dalam agenda manajemen Arema. Pasalnya, menurut ADT, manajemen Arema mengupayakan cara lain untuk mendapatkan pemasukan lebih besar, meski Aremania mungkin rela harga tiket dinaikkan.
‘’Saya belum tahu (Aremania mau harga tiket dinaikkan, Red.), tapi tentunya dengan kenaikkan tiket, tuntutan lebih berpretasi akan lebih tinggi. Biarlah proses ini berjalan dulu, sesuai dengan apa yang dicapai Arema. Kalau dengan jumlah penonton yang selalu datang, taruhlah dapat Rp 1,1 miliar, menurut saya untuk saat ini masih lebih baik,’’ yakin ADT.
Lebih lanjut, menurut pria yang juga Ketua PT Liga Indonesia ini, harga tiket ekonomi Arema sebesar Rp 25 ribu itu sudah terbilang tinggi, dibandingkan klub-klub yang lain. Sehingga manajemen belum memikirkan untuk kembali menaikkan harga tiket yang berpotensi membebani Aremania.
‘’Justru usulan yang masuk kesaya adalah untuk membuat tiket terusan, untuk per dua pertandingan Arema. Ini yang kita pertimbangkan, termasuk juga menyelesaikan masalah distribusi tiket, khususnya yang bereda di calo,’’ terang ADT perihal pembenahan yang akan dilakukan manajemen Arema untuk tiketing. (bua/avi)
Read more..

Features-Content

Recent Posts